Seminggu ke Depan Hujan Meningkat, Siklon Tropis Nihil

Kabupaten Bima, Kahaba.-  Curah hujan untuk wilayah Dompu-Bima selama seminggu ke depan semakin meningkat seiring masuknya puncak musim hujan yang diprediksi pada akhir Desember 2017-Januari 2018.

Kepala BMKG Bima Satria Topan. Foto: Ady

Namun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bima memprediksi kondisi itu masih normal dan tidak ada tanda-tanda siklon (badai) tropis seperti yang dikuatirkan masyarakat.

“Memang kita tidak bisa memantau siklon itu hanya dalam sehari, tetapi harus terus menerus minimal selama tiga hari. Kalau tekanannya makin lemah untuk menjadi siklon tropis itu ada,” kata Kepala BMKG Bima Satria Topan, Rabu (20/12) di kantor setempat.

Menurutnya, kondisi cuaca itu sangat dinamis. Satu faktor cuaca bisa mempengaruhi faktor cuaca lainnya. Misalkan suhu tinggi akan mempengaruhi tiupan angin.

“Makanya kita lakukan pengamatan selema 24 jam untuk kondisi tertentu, seperti siklon tropis dan musim hujan,” sebutnya.

Untuk seminggu ke depan diakuinya, hujan memang sedikit meningkat dibandingkan 3 hari lalu. Kemarin mungkin masih ada panas diselingi hujan, tetapi seminggu ke depan awan-awan konvektif (awan hujan/CB) itu ada. Namun untuk wilayah yang akan turun hujan belum merata.

“Kita berharap tidak ada siklon tropis dan tidak terjadi banjir lagi. Karena memang pada tahun lalu, ada siklon tropis aktif sehingga memperburuk kondisi cuaca kita,” jelasnya.

Seperti belum lama ini lanjut Topan, terjadi Badai Dahlia. Badai itu aktif di sekitar perairan Jawa dan menyebabkan wilayah Jawa curah hujannya ekstrim. Tetapi sekarang tidak aktif lagi.

Saat ini, yang aktif di wilayah utara Indonesia namanya Siklon Tropis Kai-tak. Siklon ini aktif tetapi tidak mempengaruhi kondisi cuaca di sekitar wilayah NTB, khususnya Bima. Siklon Tropis Kai-tak cenderung kondisi cuaca di sekitar Filipina.

Untuk kondisi angin, diakuinya juga masih dalam kategori normal. Sedangkan untuk ketinggian gelombang laut, yang paling dominan di perairan selatan arah Australia ketinggiannya lebih dari 2 meter.

BMKG sudah membuat peringatan dini terkait informasi ketinggian gelombang laut tersebut. Sementara untuk wilayah pesisir masih cukup tinggi antara 0 sampai maksimal 2 meter. Tetapi masih kategori normal, meskipun harus tetap hati-hati.

“Kemudian untuk wilayah penyebrangan Selat Sape, juga masih dalam kategori normal,” tandasnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *