Rusak Karena Bencana, Pemerintah Diminta Perhatikan DAM Lampe dan Dodu

Kota Bima, Kahaba.- Kondisi 2 DAM, masing- masing DAM Kapao di Kelurahan Lampe dam Dadi Mboda Kelurahan Kodo hingga kini belum kunjung diperbaiki. DAM tersebut rusak akibat dihantam, banjir tahun 2015 dan 2016 lalu.

Anggota DPRD Kota Bima Nazamudin. Foto: Bin

Anggota DPRD Kota Bima Nazamuddin menjelaskan, 2 DAM tersebut dikerjakan melalui dana rehab rekom sebesar Rp 12 Miliar. Tujuannya, pertama mengurangi laju air dan pengairan irigasi pertanian.

“DAM yang dibangun itu justru menimbulkan permasalahan baru. Terutama DAM Dadi Mboda.  Akibat kesalahan konstruksi membuat lahan pertanian hancur,” sorotnya, Kamis (21/12).

Sementara kondisinya sampai hari kata Nazamuddin, saat ini dibiarkan dan tidak diperhatikan. DAM itu tidak bisa digunakan untuk irigasi, karena tidak bisa menampung air. Karena air sudah membuat aliran baru di sekitar DAM.

“Sebagai wakil rakyat yang berdomisili di kelurahan itu, saya meminta pemerintah untuk memperhatikan masalah ini, sebelum berimbas luas,” inginnya.

Selaku anggota Komisi III DPRD Kota Bima yang membidangi masalah infrastuktur, pihaknya sudah berkoordinasi kepada dinas terkait. Alasan yang didapat, pekerjaan DAM itu masih menjadi tanggungjawab pihak ketiga.

“Tapi pertanyaannya tanggungjawab itu sampai kapan. Pemerintah juga jangan hanya menyelesaikan kewajiban untuk belanjakan anggaran, tapi tidak berpikir asas manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat,” sorotnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *