Tabligh Akbar dan Peringatan 1 Tahun Banjir, Quraish Shihab: Musibah Merupakan Sunatullah

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kota Bima menggelar kegiatan Tabligh Akbar serta Dzikir dan Doa Bersama, di halaman Kantor Walikota Bima, Sabtu pagi (23/12). Kegiatan yang dirangkaikan dengan Peringatan 1 Tahun Musibah Banjir Bandang itu menghadirkan HM Quraish Shihab sebagai penyampai uraian hikmah.

Quraish Shihab saat menyampaikan uraian hikmah di kantor Pemkot Bima. Foto: Dok Hum

Quraish Shihab hadir bersama istri Hj Fatmawati Assegaf. Selain itu, hadir pula Ahmad Thib Raya, juga bersama istri. Mereka disambut Walikota Bima HM Qurais H Abidin bersama istri, didampingi Wakil Walikota Bima H A Rahman H Abidin, bersama istri, Dandim 1608/Bima, Kapolres Bima Kota, perwakilan unsur FKPD Kota Bima, Ketua MUI, Kepala Kantor Kemenag Kota Bima, sejumlah tokoh agama, serta jajaran Pemerintah Kota Bima.

Walikota Bima dalam sambutannya mengatakan, tujuan kegiatan hari ini adalah untuk bertafakur agar warga Kota Bima bisa belajar dari pengalaman. Kendati ada banyak yang bersuara bahwa musibah banjir bandang yang pernah dihadapi tahun lalu tidak usah diingat-ingat lagi. Namun sesungguhnya maksud kegiatan hari ini adalah untuk bertafakur.

“Tujuannya agar kita bisa memetik hikmah dan pelajaran dari apa yang telah kita alami, sehingga kedepannya bisa kita perbaiki,” kata Walikota.

Quraish Shihab dalam uraiannya  menyampaikan, musibah bukanlah musibah besar selama ia tidak menimpa agama. Jika semua masih bisa menemukan hikmah, berarti kejadian tersebut bermanfaat juga bagi umat manusia.

“Musibah merupakan sunnatullah sebagai proses sebab akibat dari tindakan manusia. Musibah juga merupakan peringatan dari Allah SWT sebagai ujian keimanan dan musibah tidak selamanya tanda kemurkaan Allah SWT,” paparnya.

Saat musibah datang sambung Quraish Shihab, manusia akan menyadari bahwa tidak ada perlindungan diri kecuali kepada Allah SWT saja, tidak ada tempat bergantung selain kepada-Nya, tidak ada pertolongan kecuali dari -Nya.

“Di antara tanda-tanda kebesaran Allah SWT ialah menjadikan kita atau keluarga sebagai tempat sasaran ujian-Nya. Musibah, memang akan selalu mengikuti manusia di dunia ini karena dunia adalah tempat ujian dan cobaan,” urainya.

Menurut Quraish, musibah dan cobaan yang menimpa bertujuan memperbaiki ketakwaan dan kesabaran hamba-Nya. Kemudian dipilih siapa yang sukses menerima ujian dengan penuh kesabaran.

Kegiatan dilanjutkan dengan dzikir bersama yang dipandu oleh Ustd H Ramli Ahmad dan Ustd H Adnin, serta doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kota Bima Drs HM Saleh Ismail.

*Kahaba-01/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *