Cita-Cita Jadi Polwan, Wulan Ingin Sembuh Dari Tumor

Kabupaten Bima, Kahaba.- Wulandari punya cita – cita mulia. Ingin mengabdikan diri jadi seorang Polisi Wanita (Polwan). Berpakaian gagah, membantu sesama, menolong orang yang membutuhkan dan membanggakan orang – orang dicintainya.

Wulan menunjukan perutnya yang kian membesar karena tumor. Foto: Yadien

Keinginan itu disampaikannya saat ditanya apa cita – cita yang ingin diraih, jika nanti sembuh dari tumor yang diidapnya selama 4 bulan terakhir. Bocah cantik asal Dusun Boka Desa Talapiti Kecamatan Ambalawi itu tersipu dan tersenyum, saat menyampaikan menjadi Polwan adalah keinginannya sejak dulu.

Yah, Wulan saat ini ingin sekali sembuh dari Tumor yang telah menggerogoti perutnya. Penyakit itu telah membuat raganya kurus. Wajahnya pun terlihat semakin mengecil, demikian juga dengan tangan dan kakinya. Kendati demikian, tergambar jelas semangatnya untuk meraih cita – cita itu.

Wulan lahir 13 Maret 2007 dari pasangan Syarifudin dan Rusnah. Namun sejak belasan tahun yang lalu, kedua orang tuanya berpisah dan kini ia tinggal bersama ibu dan ayah tiri, di rumah neneknya di RT 19  RW 05 Dusun Boka Desa Talapiti.

Sejak sakit, Wulan pernah dibawa ke Puskesmas Ambalawi. Setelah diperiksa, ia kemudian dirujuk ke RSUD Bima. Namun di RSUD Bima pun, sakit yang sudah divonis Tumor itu belum bisa diatasi. Kemudian direkomendasikan untuk dirujuk ke rumah sakit Mataram, agar bisa ditangani dan dioperasi.

Keadaan ekonomi orangtua yang hanya menjadi petani dan ibu rumah tangga, tidak memungkinkan Wulan untuk berobat ke Mararam. Orang tuanya kemudian membawa kembali Wulan ke kampung dan diobati secara tradisional.

Wulan yang didampingi oleh ibunya dan Sekdes Talapiti serta Kadus setempat menceritakan, awalnya ia hendak membawa air minum di sawah dan membawa jerigen air minum. Namun saat berjalan di pematangan sawah, dia terjatuh dan perutnya tertimpa jerigen. Sementara pinggangnya terkena batu di pematang sawah.

Wulan bersama Ibu, Sekdes Talapiti dan Kepala Dusun setempat. Foto: Yadien

“Saya waktu itu mau bawakan air minum buat ibu,” ceritanya sambil menahan rasa sakit.

Setiap hari, dirinya terus merasakan sakit di bagian perut. Tidak hanya itu, perutnya juga terasa panas dan merasakan sesak nafas. Sementara pengobatan tradisional yang dijalaninya selama ini, tak kunjung membuahkan hasil.

“Saya tidak tahu, maunya sembuh. Biar bisa sekolah lagi,” ucapnya.

Orang tua Wulan, Rusnah menyampaikan, sudah banyak upaya yang dilakukan untuk mengobati anaknya. Namun usaha belum juga menuai hasil, sementara perut Wulan kian hari kian membesar.

“Wulan sejak sakit jarang makan, kalaupun makan hanya sedikit. Itupun kadang dimuntahkan lagi,” kisahnya.

Rusnah berharap semoga ada pihak yang mengasihi anaknya dan berkenan memberikan bantuan agar anaknya lekas sembuh.

“Saya kalau lihat perutnya yang semakin besar, saya sering nangis,” tuturnya sembari mengusap air matanya.

Di tempat yang sama, Sekertaris Desa Talapitu Syah Iran mengatakan, sejak sakit dan pulang dari rumah sakit, belum ada sama sekali pihak Dinas Kesehatan atau pemerintah daerah yang datang memperhatikan dan memberikan bantuan.

“Kecuali bantuan seadanya dari pemerintah desa saja,” ungkapnya.

Untuk itu, selaku pemerintah di desa ia sangat berharap ada perhatian dari dinas terkait. Membantu biaya pengobatan Wulan, agar segera diangkat penyakitnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *