Mantan Anggota Paskibraka Ini Diserang Tumor Ganas, Hadis Butuh Pertolongan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kondisi Muhammad Hadismansyah terlihat begitu memperhatikan. Bagaimana tidak, di kaki kanan remaja asal RT 5 RW 2 Desa Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima itu bersarang tumor ganas.

Hadis terbaring dengan kondisi kaki yang diserang tumor ganas. Foto: Istimewa

Derita yang dialami Hadis bermula sekitar 7 bulan yang lalu. 2 kali jatuh saat bermain bola dan jatuh di sawah, menyebabkan kakinya kian membesar. Tak banyak yang bisa dilakukan orang tua dan keluarga, setelah divonis tumor ganas dan harus diamputasi, membuat keluarga memilih untuk berobat secara tradisional.

“Hadis setelah jatuh tidak berani memberitahu orang tua. Kondisi kakinya pun kian parah setelah diurut ke tukang urut,” tutur kakek Hadis, Muhammad Natsir saat dihubungi media ini, Rabu pagi (27/12).

Kata Natsir, cucunya yang masih kelas 1 SMK Donggobolo itu pernah dibawa ke RSUD Bima. Setelah diberitahu mengidap tumor ganas, maka diminta agar dirujuk ke RS Mataram. Dari Mataram diminta agar diamputasi dan disuruh ke RS Sanglah Bali.

“Di Bali juga diminta agar diamputasi. Tapi, keluarga menolak dan membawa pulang untuk diobati secara tradisional,” katanya.

Hingga saat ini sambung Natsir, tak banyak yang bisa dilakukan keluarga. Hanya berharap kesembuhan, agar Hadis kembali bisa melanjutkan sekolah. Sebab, kondisi cucunya yang pernah menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) itu kian memperihatinkan. Kakinya makin membengkak, sakit dan panas.

Ditanya perhatian pemerintah? Natsir mengaku tidak ada sama sekali. Sejak dirawat, hanya berusaha dengan pembiayaan seadanya dari orang tua dan keluarga.

“Baru hari ini ada salah seorang dokter yang datang memeriksa dan meminta agar Hadis dirujuk ke RSUD Bima,” ungkapnya.

Meski demikian, dirinya sangat berharap bantuan dari berbagai pihak termasuk pemerintah. Agar cucunya tersebut sembuh dan bisa melewati masa remajanya seperti remaja lain.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *