IKA SMANSAWO 94 Gaungkan Penolakan LGBT 

Kabupaten Bima, Kahaba.- Isu penolakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) kian menguat di Nusantara, tak terkecuali di Bima. Ikatan Keluarga Alaumni SMA Negeri 1 Woha (IKA SMANSAWO) juga menggaungkan penolakan terhadap hubungan sesama jenis tersebut.

Pengurus IKA SMANSAWO angkatan 1994 Muhammad Setiawan. Foto: Istimewa

Pengurus IKA SMANSAWO angkatan 1994 Muhammad Setiawan menegaskan, LGBT merupakan perilaku yang berorentasi pada tindakan-tindakan asusila. Sehingga dari aspek  praktik maupun perilakunya, tak bisa ditelorir dan harus diberangus.

“LGBT ini bisa menjadi ancaman bagi keberlanjutan generasi. Jadi, wajib hukumnya ditolak. Kami juga minta kepada pemerintah untuk menata secara psikis kelompok-kelompok LGBT ini, biar tidak mewabah,” tegasnya saat menyampaikan rilis kepada media ini, Rabu (27/12).

Pria yang akrab disapa Dior ini menegaskan, LGBT merupakan suatu tindakan yang tidak dibenarkan oleh ajaran agama apa pun. Karenanya, pemerintah memiliki tanggungjawab untuk mencegah berkembangnya kelompok LGBT di Bumi Mbojo.

“Dengan menguatnya isu LGBT saat ini, Pemerintah di Bima jangan diam saja. Harus ada sikap,” sorotnya.

Sebagai bentuk penolakan keras terhadap LGBT sambung Dior, IKA SMANSAWO angkatan 1994 akan memasang spanduk TOLAK LGBT dibeberapa titik strategis di Kabupaten Bima.

“Pemasangan spanduk ini dimaksudkan sebagai ajang sosialisasi bahwa LGBT merupakan perilaku menyimpang,” urainya.

IKA SMANSAWO angkatan 94 juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli kepada sesama dalam menciptakan lingkungan yang positif dan memiliki sikap hidup yang religius.

“Mereka yang terlanjur menjadi korban perilaku menyimpang LGBT, harus diupayakan untuk menjalani terapi dan rehabilitasi,” tandasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *