STIE Bima Gelar Kuliah Kebangsaan, Wakil Ketua MK Anwar Usman Hadir Sebagai Pembicara

Kota Bima, Kahaba.- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima kembali mengadakan Kuliah Umum Kebangsaan, Kamis (28/12) di kampus setempat. Kali ini, yang menjadi pembicara adalah Wakil Ketua Mahkama Konstitusi (MK) RI, H. Anwar Usman.

Ketua STIE Bima bersama Wakil Ketua MK saat acara Kuliah Kebangsaan. Foto: Dok STIE Bima

Kuliah Umum Kebangsaan mengangkat tema “Restorasi, Regenerasi dalam Memperteguh Kebhinekaan” itu diikuti dosen, mahasiswa STIE Bima dan sejumlah elemen pemuda dari berbagai kampus lain dan organisasi kepemudaan.

Ketua Panitia Baharuddin Dirgantara Putra menyampaikan ucapan terimakasih kepada STIE Bima yang  telah menyuport kegiatan tersebut. Hal yang sama juga disampaikan kepada H Anwar Usman karena bersedia menyempatkan hadir dan memberikan arahan dalam memperkukuh jiwa kebangsaan dan kebhinekaaan.

Ketua BEM STIE Bima Satria Ima Wewe juga menyampaikan hal yang sama. Dia bahkan berharap kegiatan itu dapat mempersatukan perpecahan yang terjadi beberapa waktu terakhir.

“Saat ini, perpecahan terjadi dimana-mana. Untuk itu, perlu kita menyadarkan diri untuk memperkokoh persaudaraan diantara kita,” ujarnya.

Menurut dia, rasa persaudaraan dapat dipupuk dengan pengetahuan tentang kebangsaan dan kebhinekaan. Untuk itu, pihaknya mengadakan kuliah umum kebangsaan.

Di tempat yang sama, Ketua STIE Bima Firdaus menyampaikan terimakasih atas kehadiran Wakil Ketua MK RI tersebut. Karena menjadi suatu kebahagiaan dan kebanggaan, H Anwar Usmanberada di STIE Bima.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami seluruh civitas akademika STIE Bima,” ucapnya.

Menurut Firdaus, karena isu perpecahan menjadi topik hangat beberapa waktu terakhir. Maka tidak heran, isu kebhinekaan ini menjadi perhatian khusus.

“Beberapa waktu lalu, di Denpasar kami juga melakukan deklarasi menjaga kenhinekaan bersama dengan 2.500 perguruan tinggi,” bebernya.

Wakil Ketua MK saat memaparkan soal kebangsaan di STIE Bima. Foto: Dok STIE Bima

Untuk itu sambungnya, cara memandang perbedaan harus dilihat sebagai suatu khasanah atau keindahan.  Bukan malah dijadikan sebagai sekat antara satu dengan yang lain. Perbedaan itu jangan dijadikan masalah. Karena semua memang berbeda.

“Jangankan berbeda daerah dan suku, kita sama-sama orang Bima saja masih sering ribut,” lanjutnya.

Firdaus berharap kehadiran Wakil Ketua RI itu dapat memberikan pencerahan bagi peserta yang hadir, agar mampu melihat perbedaan secara terbuka.

“Mudah-mudahan kehadiran putra terbaik Bima ini memberikan pencerahan dan nasehat untuk memperkokoh persatuan di Bima,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MK RI H Anwar Usman mengatakan, Indonesia ini sangat kaya akan budaya dan suku. Namun perbedaan itu menjadi salah satu kekayaan yang harus dijaga. Seperti contoh pada zaman Rasulullah. Bagaimana Rasulullah mengimplememtasikan kebhinekaan melalui Piagam Madina.

“Kebhinekaan jauh lebih dulu dilakukan Rasulullah,” jelasnya.

Begitu juga dalam Al- Qur’an, berbagai ayat yang mengambarkan perbedaan sebagai Sunatullah. Termasuk Indonesia memiliki kekayaan suku, bahasa dan budaya.

“Allah sudah menjadikan kita berbeda-beda, baik jenis kelamin, suku dan lain-lain. Hal itu agar kita saling menjaga dan mengenal,” terang pria humoris ini.

Pada kesempatan itu, H Anwar Usman memaparkan dan membekali banyak hal kepada peserta yang hadir. Uraiannya disambut baik peserta yang hadir.

Kehadiran pejabat negara ini juga dimanfaatkan dengan beragam pertanyaan yang disampaikan. H Anwar Usman juga memberikan kiat-kiat agar menjadi orang sukses.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *