2 Jam Dirujuk di RSUD Bima, Penderita Tumor Asal Desa Talapiti Ini Disuruh Pulang

Kabupaten Bima, Kahaba.- Wulandari, penderita tumor di bagian perut asal Dusun Boka Desa Talapiti Kecamatan Ambalawi akhirnya dirujuk ke RSUD Bima oleh PKM Ambalawi. Agar bocah tersebut segera mendapat penanganan serius. (Baca. Cita-Cita Jadi Polwan, Wulan Ingin Sembuh Dari Tumor)

Wulan bersama orang tuanya saat dirawan di RSUD Bima. Foto: Eric

Namun baru 2 jam dirawat di RSUD Bima, pihak rumah sakit meminta agar Wulan bisa dipulangkan terlebih dahulu karena dokter spesialis yang menangani derita Wulan belum berada di Bima atau masih di luar daerah.

“Pagi tadi kami dijemput pihak PKM Ambalawi, agar dirujuk di RSUD Bima untuk bisa ditangani,” ujar ibu kandung Wulan, Rusnah Kamis (28/12).

Ia menjelaskan, saat dibawa rujuk oleh PKM Ambalawi. Sempat dijelaskan bahwa selama berada di RSUD Bima, putrinya akan diperiksa lagi kondisi kesehatannya oleh dokter setempat. Agar kedepan bisa ditindaklanjuti, agar bisa dioperasi.

“Katanya setelah dirawat dan diperiksa, putri saya akan diupayakan di rujuk di rumah sakit Mataram. Agar bisa dioperasi,” katanya.

Tapi sambung Rusnah, setelah tiba di RSUD Bima sekitar pukul 15.30 Wita, berselang 2 jam kemudian justeru perawat rumah sakit setempat menyuruhnya untuk pulang. Karena dokter yang menanganinya masih berada di luar daerah.

“Kami disuruh pulang. Alasannya dokter yang bernama Tri berada di luar daerah. Jadi tidak bisa melakukan pemeriksaan dan tindakan, dan disuruh datang kembali Selasa (2/1) tahun depan,” bebernya.

Rusnah bingung, karena sebagai masyarakat awam tidak tahu mekanisme dan aturan rumah sakit. Baru saja tiba, belum sempat diperiksa langsung disuruh pulang kembali. Padahal rumahnya terbilang jauh dari RSDU Bima. Sementara kondisi putrinya sakit. Tentu kalau pulang memakan waktu dan biaya.

“Untuk sementara saya inap di rumah keluarga di Kelurahan Pane Kota Bima. Besok Jumat (29/12), baru pulang ke Ambalawi,” tuturnya.

Sementara itu Humas RSUD Bima Heru yang dimintai keterangan mengakui, saran dari perawat itu merupakan langkah yang harus diambil. Karena dokter yang biasa menangani penyakit tumor sedang berada di luar daerah.

“Percuma juga pasien berada di RSUD Bima jika dokternya tidak berada di tempat. Jadi disarankan kembali pekan depan, setelah dokter ada di RSUD Bima agar bisa diperiksa,” jelasnya.

Kata Heru, pihaknya hanya memberikan saran dan masukan. Jika mau tinggal lama di RSUD Bima juga tidak ada masalah. Tapi sayang bila menginap 3 atau 4 hari kedepan, sementara belum bisa ditangani.

Saat ditanya apakah hanya ada satu dokter yang menangani penderita tumor di RSUD Bima? Heru mengaku lebih dari satu orang. Tapi karena dulu saat Wulan pernah dirawat, dokter Tri yang menanganinya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Che guevara

    mana sumpahmu wahai dokter….

    selamatkan dulu nyawa…
    itukan banyak dokternya…

    masa tunggu pulang dokter tri..?

    bgmn kalo dokter itu sklh lg dua tahun…?
    masa tunggu lagi….

    stupid…!!?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *