5 OKP Keluar dari Koalisi Tolak Alfamart, 1 OKP Bertahan dan Siap Gelar Aksi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Gelombang penolakan kehadiran Alfamart di Kecamatan Bolo terus disuarakan. Kendati jumlah kelompok yang menyatakan tidak setuju dengan kehadiran waralaba itu sudah mulai berkurang. (Baca. Ormas di Bolo Aksi Tolak Alfamart)

Ketua Persatuan Pemuda Bolo M Nur Ikraman. Foto: Istimewa

Protes terhadap kedatangan Alfamart awalnya dilakukan oleh 6 OKP yang tergabung dalam koalisi OKP. Namun, koalisi OKP tersebut bubar dan tidak lagi bersatu dalam gerakan menolak Alfamart. Hal itu disampaikan oleh Ketua Persatuan Pemuda Bolo M Nur Ikraman saat diwawancarai media ini, baru – baru ini. (Baca. Terima Alfamart, Kades Timu: Aksi Tolak itu Ujung-Ujungnya Duit)

Kata Ikram, perpecahan itu bermula setelah sejumlah OKP yang tergabung dalam koalisi tersebut melakukan pertemuan dengan pihak Alfamart di Aula Kantor Camat Bolo beberapa waktu lalu. Saat itu, perwakilan dari Alpa Bolo yang merupakan salah satu OKP yang tergabung dalam koalisi berontak dan ngotok menolak tanpa memberi ruang kompromi bagi Alfamart untuk berdiskusi. (Baca. Begini Tanggapan Bupati Bima Soal Dinamika Kehadiran Alfamart di Bolo)

“Saat itu perwakilan Alpa Bolo teriak-teriak minta OKP yang lain untuk keluar dari ruangan,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut kata dia, sejumlah OKP merasa tersinggung dan merasa tidak dihargai. Kemudian keesokan harinya 3 OKP dari 6 OKP yang tergabung dalam koalisi menyatakan diri mundur dari koalisi secara terbuka.

“Keesokan hari setelah pertemuan dengan pihak Alfamat, 3 OKP nyatakan mundur,” kisahnya. (Baca. Dituding Terima Uang Karena Tolak Alfamart, Abdurahman: Itu Fitnah)

Lanjut Ikram, meski 3 OKP telah mundur secara terbuka, pihaknya masih tetap melakukan gerakan penolakan. Bahkan ia memboyong Aliasin Pemuda dan Pedagang Pasar Sila untuk bersama dengan Alpa Bolo melakukan gerakan penolakan pada hari Minggu (24/12) di Cabang Darussalam Kecamatan Bolo.

Namun saat itu kedua OKP yang belum menyatakan diri secara terbuka mundur dari koalisi tidak hadir dalam gerakan lanjutajn penolakan tersebut.

“Dua OKP yang belum secara terbuka menyatakan mundurpun tidak ikut demo waktu itu. Jadi kai anggap telah keluar dari koalisi OKP,” ungkapnya.

Meski demikian, Ikram menyampaikan pihaknya tidak pernah putus semangat untuk terus melakukan gerakan penolakan. Sekarang pun pihaknya terus melakukan konsolidasi bersama pemuda pemuda di Kecamatan Bolo untuk melakukan gerakan penolakan secara masif.

“Insya Allah dalam waktu dekat kami akan demo lagi,” bebernya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *