Ini Analisa BMKG Kondisi Cuaca Januari-Februari 2018

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kantor Stasiun Klimatologi Lombok Barat selaku koordinator informasi prakiraan musim wilayah NTB memprediksi kondisi curah hujan wilayah Bima-Dompu pada Bulan Januari-Februari 2018 dalam intensitas menengah (201-300 mm) dengan sifat hujan dengan kategori normal. Kecuali untuk wilayah Kota Bima dan sebagian wilayah utara Bima dengan sifat hujan bawah normal yang berarti bahwa curah hujan lebih sedikit.

Prakiraan curah hujan bulan Januari 2018. Foto, Dok. BMKG

“Sementara untuk bulan Maret 2018 menunjukan intensitas curah hujan rendah (51-100 mm) sudah mulai berkurang terutama wilayah Kota Bima hingga Sape dengan sifat hujan normal,” sebut Staf Prakirawan BMKG Bima Laksita Widomurti melalui rilis yang diterima Kahaba.net, Sabtu (30/12) sore.

Dijelaskannya, kondisi regional wilayah Bima-Dompu menunjukan bahwa sirkulasi angin baratan sudah mulai konsisten (Monsun Asia aktif), sehingga peluang pertumbuhan awan-awan hujan (awan konvektif) sangat banyak. Hal ini terlihat dari adanya beberapa daerah pertemuan angin (konvergen) disekitar wilayah utara Jawa, Bali hingga NTB.

“Pola tekanan rendah (Low Preasure) juga diprediksi akan terbentuk di wilayah selatan Jawa hingga NTB sehingga berpeluang terjadinya daerah belokan angin yang membawa banyak awan-awan hujan di wilayah tersebut,” urainya.

Kemudian suhu muka laut (SST) disekitar wilayah perairan selatan Bima-Dompu menunjukan dalam kondisi netral-hangat yang berarti bahwa pasokan masa uap air cukup banyak untuk membentuk awan-awan hujan di wilayah tersebut hingga Februari 2018.

Hal ini juga tidak menutup kemungkinan terbentuknya pola tekanan rendah (Low Preasure) disekitar perairan selatan NTB-NTT yang berpotensi menjadi badai tropis, namun hal ini akan terus dipantau perkembangannya.

Secara Umum kondisi lokal seperti tofografi, luasan permukaan darat juga sangat mempengaruhi kondisi cuaca. Dimana wilayah pegunungan yang memiliki karakteristik hujan yang terjadi pada sore hingga malam hari. Sementara untuk wilayah pesisir memiliki karakteristik kejadian hujan pada malam  hingga pagi dini hari.

Hal ini sangat dominan dipengaruhi oleh adanya angin darat dan laut serta adanya awan orografi (awan-awan hujan pada lembah dan pegunungan). Data pengamatan cuaca menunjukan dalam waktu 3 hari ke depan kondisi precipitation (endapan curah hujan di awan) sebesar 70 – 90 persen yang berarti bahwa potensi hujan cukup besar di wilayah Bima-Dompu.

“Sedangkan prediksi curah hujan berdasarkan pemodelan WRF menunjukkan potensi hujan ringan-sedang masih dominan terjadi dalam waktu 3 hari ke depan,” tandasnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *