Kondisi Masjid Amahami Jauh Dari Ekspektasi

Kota Bima, Kahaba.- Bangunan Masjid Amahami (Dulu disebut Masjid Terapung) kini sudah rampung dikerjakan. Tapi, hasil pembangunannya menjadi sorotan dewan. Sebab kondisinya jauh dari perencanaan dan ekspektasi awal.

Masjid Amahami sebelum dirampungkan. Foto: Bin

“Kalau kita lihat kondisi bangunan itu, jauh dari perencanaan dan ekspektasi,” sorot Wakil Ketua DPRD Kota Bima Sudirman DJ, Selasa (2/1).

Ia mengurai, perubahan dari rencana dan gambar sangat terlihat. Mulai dari tinggi bangunan, kondisi setelah dibangun lebih pendek, dan kelihatan tenggelam.

“Perhatikan kondisi masjid itu dari jalan, yang keliatan hanya atapnya saja,” katanya.

Demikian juga dengan atap masjid. Bentuknya juga berubah dan tidak berlapis. Sementara dalam gambar yang selama ini disosialisasikan, atapnya berlapis. Tiang juga mengalami perubahan, bentuknya berubah dan tidak tinggi seperti perencanaan.

Desain Masjid Terapung Amahami. Foto: Hum

“Intinya banyak perubahan,” ujarnya.

Jika berpegang pada hasil Banggar terakhir sambung Duta Gerindra itu, catatan yang diberikan Gubernur NTB bahwa pekerjaan dibayarkan sesuai dengan hasil pekerjaan. Artinya, kalau ada perbedaan pembangunan, pembayaran tidak bisa dilakukan seperti itu.

Sudirman juga mengungkapka, pengerjaan terakhir masjid tersebut dibawah pengawasan BPKP. Dirinya menyarankan agar menghubungi BPKP, seperti apa pengawasannya.

Selaku mantan Ketua Komisi III, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan komisi untuk melihat dan mengawasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Karena pekerjaannya jauh dari yang diharapkan.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Pemuda Bima dr

    Hasil dari milyaran uang masyarakat yg spektakuler.
    Selamat menikmati masyarakat kota tepian air. Inilah wujud cinta penguasa terhadap masyarakatnya.
    Jgn dipermasalahkan apa lgi diributkan, yg penting judulnya tetap “Masjid”
    Fungsinya nanti-nanti saja ??

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *