Malu Idap Penyakit, Suparjo Ingin Akhiri Hidup

Kota Bima, Kahaba.- Nyawa pemuda asal Kelurahan Dara Suparjo, yang ditemukan warga bersimbah darah di depan Masjid Terapung Amahami, Rabu (3/1) pagi tertolong usai mendapat perawatan medis di RSUD Bima. Kondisinya pun kini dikabarkan mulai membaik.  (Baca. Heboh, Penemuan Pria Bersimbah Darah di Masjid Amahami)

Suparjo dengan kondisi penuh darah pingsang di Masjid Amahami. Foto: Istimewa

Kasubbag Humas Polres Bima Kota IPDA Suratno mengakui, berdasarkan data yang dihimpunnya, pemuda asal Lingkungan Amahami itu membawa parang dari rumahnya dan mencoba bunuh diri di Masjid Amahami.

“Ia ingin bunuh diri karena malu dengan penyakit ayan yang dideritanya,” ujar Suratno, Kamis (4/1).

Saat itu, ia pun menggunakan parang dan melukai lehernya. Beruntung warga setempat segera melihatnya dan menyelamatkan nyawa Suparjo kemudian dilarikan ke RSUD Bima.

Sementara di tempat berbeda, menurut beberapa tetangganya Suparjo mengidap penyakit epilepsi atau ayan sudah cukup lama. Dibalik penyakit yang dialaminya, Suparjo dikenal sebagai pribadi baik dan santun.

Ketua RT 09 RW 03 Lingkungan Amahami Kelurahan Dara Syamsudin mengaku, Suparjo seorang yatim piatu dan hanya tinggal bersama kakak perempuannya. Sekitar 10 tahun lalu, Suparjo pernah mengalami kecelakaan berat hingga mengalami luka serius di bagian belakang kepala.

Mulai saat itu Parjo (sapaan akrabnya) hampir setiap hari selalu pingsan kalau kondisinya capek dan sedang banyak pikiran.

“Setiap hari kadang 2 sampai 3 kali dia pingsan akibat penyakit itu. Namun di mata kami dia sosok yang baik dan rajin bekerja,” kata Syamsudin.

Kesehariannya, Parjo tidak pernah meminta-minta pada orang lain karena dia rajin bekerja sendiri. Ketika penyakitnya kambuh sepengetahuan dia, Parjo tidak pernah berbuat macam-macam apalagi menjurus ke hal negatif.

*Kahaba-05 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *