Anggaran Taman Masjid Terapung Ko’ Dibebankan ke Sekolah

Kota Bima, Kahaba.- Saat ini sejumlah SKPD tengah mempercantik taman Masjid Terapung Amahami. Bunga – bunga ditata dengan baik, agar sejuk dipandang mata. Namun, penataan taman itu tentu memakai anggaran. Hanya saja, anggarannya dibebankan pada masing-masing sekolah.

Sejumlah pegawai saat menata taman Masjid Terapung Amahami. Foto: Eric

Informasi yang dihimpun media ini, Dinas Dikbud mengumpulkan uang ke masing – masing sekolah dengan jumlah yang bervariasi. SDN dan SMPN diminta untuk menyerahkan uang hingga ratusan ribu rupiah. Permintaan untuk mengumpulkan uang itu digelar melalui rapat pada tanggal 2 Januari 2018 di salah satu sekolah dan dihadiri seluruh kepala sekolah.

Hanya saja cara yang dilakukan Dinas Dikbud Kota Bima tersebut disorot guru. Pasalnya, penataan taman yang menjadi urusan kontraktor dan sudah dianggarkan, justru dibebankan kepada sekolah.

“Ko’ anggaran penataan taman Masjid Terapung diminta ke sekolah. Bukannya sudah ada anggaran sendiri,” sorot guru yang mengajar di salah satu sekolah di Kecamatan  Mpuda, yang tidak ingin disebutkan namanya beberapa hari lalu.

Menurut dia, yang dilakukan  Dinas Dikbud tersebut keliru. Apalagi harus menggelar rapat dan meminta agar sekolah mengumpulkan uang untuk penataan taman masjid tersebut.

“Dinas Dikbud ini ga’ ada kerjaan saja,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Kota Bima H Alwi Yasin yang dikonfirmasi mengakui ada pengumpulan uang membeli bunga taman Masjid Terapung Amahami. Hanya saja, uang itu bersifat sumbangan.

“Sumbangan itu tidak seberapa, hanya Rp 150 sampai Rp 200 ribu. Ada juga sekolah yang tidak menyumbang,” ujarnya, Sabtu (6/1).

Diakui Alwi, sumbangan untuk tanam Masjid Terapung juga diberikan oleh Dinas Dikbud dan SKPD lain. Seperti PUPR, Kesra dan sejumlah dinas lain ambil bagian untuk menata taman tersebut.

Ia membantah jika pernah menginstruksikan pengumpulan uang tersebut ke sekolah – sekolah. Justeru itu inisiatif sekolah sendiri mengumpulkan uang untuk membeli bunga untuk taman di halaman Masjid Terapung.

Niat menyumbang juga kata dia, sebagai bentuk upaya kebersamaan untuk memperindah dan menghijaukan halaman masjid. Tidak ada niat lain, apalagi membantu kontraktor.

“Ini murni keinginan sekolah, agar semua terlibat dan kami turut membantu. Sehingga pintu gerbang Kota Bima juga bisa terlihat indah,” tuturnya.

Disinggung bahwa anggaran terakhir sebesar Rp 2,8 Miliar untuk pembangunan Masjid Terapung juga untuk penataan interior dan taman serta halaman parkir, Alwi mengaku telah berkoordinasi dengan kontraktor, bahwa anggaran tersebut tidak masuk.

“Hasil koordinasi kami, tidak ada penataan taman dari dana Rp 2,8 Miliar,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. zakir

    Kalau Orang Baik gak Terjun ke Politik,,,
    Maka Para Penjahatlah yg Mengisinya,,,,

    Kesadaran Kita Untuk Memilih,,,
    Saatnya Kota Bima di Pimpin Oleh Kalangan Ulama,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *