Penjarahan Pupuk Lagi, Kali Ini di Desa Rasabou

Kabupaten Bima, Kahaba.- Setelah kemarin, Sabtu (6/1) masyarakat Desa Leu menghadang dan menjarah pupuk yang dibawa mobil pengangkut pupuk. Hari ini, Senin (8/1) masyakat Desa Rasabou Kecamatan Bolo melakukan hal yang sama, di Jalan Lintas Bima-Sumbawa Desa Rasabou Kecamatan Bolo.

Warga Desa Rasabou saat menjarah pupuk. Foto: Yadien

Penjarahan bermula ketika mobil pengangkut pupuk tersebut melintasi jalan di desa setempat. Melihat mobil yang hendak melintas, masyarakat langsung masuk di tengah jalan, menghadang dan menjarah pupuk yang ada di mobil.

Salah satu warga Desa Rasabou Suhartin mengatakan, penghadangan dan penjarahan mobil pengangkut pupuk tersebut dilakukan karena masyarakat gelap mata, melihat kondisi tanaman yang hampir mati karena tidak ada pupuk.

“Padi dan jagung kami bisa mati jika tidak segera dipupuk,” ujarnya.

Kata Suhartin, melihat mobil yang berhasil dihadang, masyarakat berlarian naik ke atas mobil dan saling rebutan mengambil pupuk.

“Semua masyarakat bergerak mengambil pupuk di atas mobil,” katanya.

Sementara itu, sopir mobil pengangkut pupuk Ardiansyah mengatakan, saat mobilnya melintas, ia langsung ditahan oleh masyarakat. Meski sempat ingin memaksa untuk tetap berlari, jumlah masyarakat yang banyak membuatnya berhenti.

“Saya tidak bisa melintas, terpaksa saya berhenti,” tuturnya.

Kata Ardiansyah, jumlah pupuk yang dimuatnya sebanyak 205 sak atau 10 ton 250 kg untuk Desa Sondisia. Pupuk diambil di gudang Bulog milik distributor CV Rahmawati.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *