Bima Darurat Pupuk, HKTI Desak Pemerintah Segera Cari Solusi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Penjarahan pupuk terjadi beberapa kali di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Kejadian ini diindikasi sebagai ekspresi luapan emosi masyarakat akibat kelangkaan dan tingginya harga yang terjadi hampir di semua kecamatan. (Baca. Kesulitan Pupuk, Warga Desa Leu Jarah Pupuk Subsidi)

Anggota DPRD Kabupaten Bima, M Yasin. Foto: Ady

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Bima M Yasin mendesak pemerintah daerah segera mencari solusi terkait persoalan pupuk. Karena dikuatirkan akan membias dan menimbulkan gejolak di masyarakat. (Baca. Darurat Pupuk, Warga Sondosia Blokir Jalan

“Pemerintah daerah harus segera bersikap. Kalau memang stok pupuk sudah tidak ada masalah sampaikan secepatnya imbauan ke masyarakat,” kata Yasin, Selasa (9/1) malam.  (Baca. Penjarahan Pupuk Lagi, Kali Ini di Desa Rasabou)

Pria yang juga Anggota DPRD Kabupaten Bima ini juga meminta pendistribusian pupuk secepatnya dilakukan mengingat tanaman padi para petani benar-benar sedang membutuhkan pupuk.

“Tidak mungkin ada penjarahan kalau kebutuhan pupuk tidak mendesak. Meskipun itu tidak seharusnya terjadi,” kata dia. (Baca. Tidak Peduli Aparat dan Letusan Senjata, Warga Rasabou Tetap Jarah Pupuk)

Untuk memastikan pendistribusian pupuk sampai di lokasi tujuan, Yasin menyarankan agar pengawalan mobil pengangkut pupuk melibatkan aparat TNI. Karena berkaca dari kejadian di Kecamatan Bolo tetap ada penjarahan kendati ada aparat Kepolisian yang mengawal.

“Kami berharap masyarakat juga bisa bersabar karena mungkin pendistribusian pupuk tidak bisa sekaligus, tetapi dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Yasin menambahkan, saat ini persoalan kelangkaan pupuk terjadi di semua wilayah Kabupaten Bima. Tak terkecuali di Wawo dan daerah pemilihannya, juga terjadi gejolak di masyarakat menyikapi kelangkaan pupuk meski tidak berujung penjarahan.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *