Yaman Terkapar Dengan Derita Kanker Hati

Kabupaten Bima, Kahaba.- Yaman, pemuda asal RT 01 RW 01 Desa Nipa Kecamatan Ambawali kini terkapar karena kanker hati. 8 tahun lalu, pemuda yang biasa dipanggil Yayu itu mulai merasakan penyakit yang membuat badannya semakin kurus.

Yaman terkapar dengan derita kanker hati. Foto: Istimewa

Yayu saat dihubungi media ini menceritakan, saat kelas 2 SMPN awalnya merasakan sesak napas. Berhari – berhari rasa sesak itu menganggu aktifitasnya. Oleh orang tuanya kemudian diantar ke Puskesmas setempat dan diberikan perawatan.

“Sempat keluar dari Puskesmas, tapi tidak ada perubahan. Akhirnya minta rujukan untuk dirawat di RSUD Bima,” ujarnya, Rabu (10/1).

Di RSUD Bima kata dia, dirawat selama 20 hari. Badan kemudian membengkak mulai kaki hingga bagian dada. Sementara dari dada keatas, tetap normal.

“Kata dokter di RSUD Bima saya idap kanker hati,” tuturnya.

Setelah dari RSUD Bima, orang tua membawanya ke salah satu dokter di Kecamatan Parado. Kata dokter, tubuhnya membengkak karena kebanyakan infus. Kemudian, oleh dokter di Parado memberikan obat untuk kencing. Kondisi badan dan perutnya lalu mulai mengecil.

“Tapi itu hanya sebentar, perut lalu makin membesar lagi sampai sekarang,” katanya.

Saat ini, kata buah hati Muhtar dan Nurmi yang hanya buruh tani itu hanya bisa dirawat di rumahnya. Pemerintah Desa diakuinya hanya beberapa kali datang untuk foto, tapi tidak pernah ada tindakan apalagi bantuan. Demikian juga dengan Puskesmas setempat.

Yaman mengaku, tak ada sakit yang dirasakan selama ini. Hanya sesak napas yang membuatnya merasa cepat lelah.

“Saya mau sembuh. Kalau dioperasi juga saya mau, asal cepat sembuh,” harap pemuda berusia 22 tahun itu.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *