Lagi, Sejumlah OKP Bergerak Demo Tolak Alfamart di Bolo

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan pemuda yang tergabung dari Persatuan Pengusaha dan Pemuda Sila dan Alpa Bima menggelar aksi demonstrasi tolak Alfamart, Rabu (10/1). Aksi digelar di beberapa titik, seperti di Cabang Daru, Cabang Donggo, di Pasar Sila dan di depan Kantor Camat Bolo.

Pemuda saat aksi tolak Alfamart di Bolo. Foto: Yadien

Koordinator Aksi Irwandi dalam orasinya menyampaikan, keberadaan Alfamart di Kecamatan Bolo sangat merugikan pedagang lokal. Untuk itu pihaknya tegas agar Alfamart di usir dari Kecamatan Bolo.

“Sedikit demi sedikit pedagang lokal mulai gulung tikar,” ungkapnya.

Kata Irwandi, pihaknya juga menduga keberadaan Alfamart di Kecamatan Bolo juga telah menabrak regulasi tentang pengeluaran izin berdirinya Alfamart. Karena hingga saat ini tidak ada yang mengetahui izin Alfamart seperti apa dan prosedur serta pengkajianya bagaimana.

Sementara orator lain M Nur Iqram mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi kepada seluruh pengusaha di Kecamatan Bolo dan pedagang di sekitar Alfamart. Tidak ada pedagang sekitar Alfamart yang memberikan izin.

“Lalu siapa yang memberikan izin keberadaan Alfamart ini,” sorotnya.

Iqram juga mempertanyakan, apa landasan Camat Bolo sehingga berani menfasilitasi Alfamart dan sampai proses perekrutan pegawai Alfamat dilakukan di Kantor Camat Bolo.

“Ini bentuk keberpihakan pemerintah kepada pihak Alfamart,” tudingnya.

Untuk itu kata Iqram, tidak ada alasan lagi Alfamart ada di Kecamatan Bolo. Bila perlu, hadirkan Bupati Bima dan instansi terkait serta pihak Alfamart untuk mempertanggungjawabkan masalah ini.

Massa aksi lain Agus dalam orasinya mempertanyakan keberadaan beberapa OKP yang telah melakukan aksi penolakan Alfamart sebelumnya. Tapi sekarang sudah tidak bersuara lagi untuk menolak Alfamart.

“Apakah sudah berkompromi dengan pihak Alfamart atau sudah dibungkam,” tanyanya.

Agus berharap, agar semua OKP yang menolak Alfamart tetap konsisten untuk menolak kehadiran Alfamart.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *