Bupati Lepas Kontingen Raimuna

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kontingen Raimuna Nasional Kabupaten Bima, dilepas secara resmi oleh Bupati Bima, H. Ferry Zulkarnain, ST di Pendopo Bupati Bima. Kontingen yang keseluruhannya berjumlah 39 orang akan berada di Bumi Papua dari tanggal 5 – 8 Oktober 2012.

Muhammad Ferryandi, Ketua Adat Ambalan, Kamis (5/10/2012) lalu, mengatakan Tim Raimuna Kabupaten Bima sudah siap berlaga di ajang pertemuan penegak tingkat nasional. “Kami siap membawa nama baik Kabupaten Bima dan akan berusaha memenangkan medali dari berbagai lomba yang akan diperebutkan nanti,” kata Yandi.

Ia berjanji akan memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Bima. Insya Allah berbagai materi kepramukaan seperti pionering, morse, semaphore dan berbagai ketrampilan kepramukaan lainnya telah dikuasai oleh Tim Rainas Kabupaten Bima.  Anak Bupati Bima itu cukup yakin kalau kontingennya bisa memberikan hasil maksimal pada acara Rainas yang akan diikuti kurang lebih 15 ribu peserta dari seluruh Kwarcab se-Indonesia.

“Saya juga meminta do’a dari seluruh masyarakat Kabupaten Bima, terutama do’a mama dan papa,” kata Yandi, yang juga pelajar di SMA Negeri 1 Kota Bima.

Arief Rachman, salah satu pembina pendamping memaparkan,  pelaksanaan Raimuna akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Cendrawasih, Waena Papua dari tanggal 8 – 15 Oktober 2012. Direncanakan, perkemahan Akbar bagi adik-adik penegak ini akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI sekitar pukul 09.00 waktu setempat.

“Saya harap adik-adik kontingen Rainas Kabupaten Bima bisa mengikuti seluruh rangkaian acaran termasuk berbagai lomba dan materi pelajaran. Seluruh peserta akan dijadwalkan untuk mengikuti paket wisata yang telah disiapkan panitia, seperti paket wisata danau sentani serta paket wisata melihat perbatasan RI dan Papua New Guinea,” tutup Arief. [BM*]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *