Belum Diresmikan, Masjid Terapung Dipakai Akad Nikah Anak Walikota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Masjid Terapung Amahami baru selesaikan dikerjakan akhir Desember 2017 lalu. Saat ini, kabarnya masjid tersebut belum diresmikan dan diserahterima ke yayasan yang rencananya akan mengelola tempat ibadah umat muslim tersebut.

Masjid Terapung Amahami. Foto: Bimakini.com

Tapi tadi pagi, Sabtu (12/1) di masjid tersebut dilangsungkan acara akad nikah anak Walikota Bima. Walimatul Akad orang nomor satu di Kota Bima itu pun ramai dihadiri oleh pejabat lingkup Pemerintah Kota Bima dan masyarakat.

Hanya saja, acara tersebut disorot oleh salah seorang warga Kelurahan Dara, Herman. Pasalnya, masjid tersebut belum diresmikan dan diserahterima ke yayasan yang akan mengelolanya, tapi sudah digunakan untuk menggelar kegiatan anak kepala daerah.

“Aneh saja kelihatannya. Coba warga biasa yang ingin bikin acara akad nikah disana (Masjid Terapung Amahami,Red) sebelum diresmikan dan diserahterima, belum tentu diizinkan,” sorot Herman.

Menurut pria yang juga dosen STKIP Bima itu, masjid yang dibangun dengan anggaran belasan miliaran itu harusnya diresmikan terlebih dahulu. Kemudian ditentukan yayasan mana yang akan mengelolanya dan untuk diserahkan. Baru tempat ibadah itu bisa digunakan untuk acara – acara seperti itu.

“Kami malah menduga. Kenapa masjid ini dikejar pekerjaannya siang malam, mungkin untuk acara akad nikah anak Walikota Bima ini,” duganya.

Herman menambahkan, Masjid Terapung Amahami proses pembangunannya menuai pro dan kontra. Sebab, anggaran yang terbilang banyak itu lebih baik dialihkan ke pembangunan Masjid Agung Al Muwahiddin Bima. Karena saat ini pekerjaannya belum rampung.

“Sebenarnya masih banyak masjid lain yang bisa dipakai untuk acara itu. Tidak mesti di Masjid Terapung Amahami,” tuturnya.

Pertanyaan ramainya kendaraan dan aktifitas di masjid tersebut juga banyak lalu lalang di media sosial. Sebagian orang mengira bahwa masjid tersebut sedang diresmikan. Namun beragam komentar memberi jawaban jika keramaian itu bukan peresmian, melainkan acara akad nikah.

Untuk mengonfirmasi sorotan dari warga tersebut, pejabat Dinas PUPR yang berusaha di konfirmasi di kantornya tidak ada di tempat. Seorang staf mengaku pejabat di dinas itu sedang berada di acara akad nikah.

Demikian juga saat media ini berusaha mengonfirmasi kepada Pelaksana tugas Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Bima, tidak mendapatkan jawaban.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. komentator zaman now

    sakit nih portal berita. jgn kaku untuk suatu hal yg berhubungan dengan ibadah, ah iya ini portal berita yg sudah dibayar paslon sebelah bukan? cek lah berita2 dari kemarin maka akan ada banyak berita yg tidak berpihak

    #PortalBeritaZamanNow

  2. Diyaz_bima

    Menurut saya g masalah, mau diresmikan baru dipake atau g, yang penting niat utamanya dipake untuk sesuatu yang baik (akad nikah). Peresmian hanya seremonial saja.
    Soal anggaran yang begini dan begitu, biar yang berkompeten yang menanganinya, buat saya dipake untuk sholat berjamaah dan kegiatan agama yang lain itu sudah sangat baik. Kalo memang punya kemampuan, silahkan dirubah, kalo belum mampu, mari kita doakan agar memiliki pemimpin yang mampu merubah nya menjadi lebih baik

  3. adi gunawan

    Msalah itu kok di perdebat yeah..
    Klw klian pnya putra putri.a mau menggunakan mesjid terapung itu buat hal baik yeah silakan z yg nma.a akad yeah wajar di mesjid …
    Yg penting gk di pkai buat resepsi.a
    Mlah resepsi.a bru DI gelar di paruga na’e ..
    Yg terutama kita sebagai umat muslim jangan menyalahgunakan itu mesjid tempat beribadah..
    Terimakasih

  4. La Kasi Pahu

    Melakukan akad nikah di Mesjid memang sudah biasa kita lakukan.
    Yang menjadi masalahnya mesjid yang insyaallah menjadi ikon kota bima belum diresmikan dan di serah terimakan pengelolaanya kepada yayasan yang ditunjuk langsung oleh pemerintah.

    Terlepas dari masalah politik yang saat ini sedang kita sambut di kota bima.

    Apakah tidak ada masjid lain untuk kita melakukan akad nikah?

    Karena masih adanya Pro dan Kontra terkait pembangunan masjid terapung tersebut.

  5. Che guevara

    Seharusx kalian berpikir cerdas….bt diyaz dimas dan jaman now….perbanyaklah belajar….sy yakin kalian masih anak TK PAUD…jd berpikir kayak gunung….yg d fokuskan bukan masjidx….tp nikahnya d pakai anak walikota….? Bagaimana jika warga biasa mengajukan hal yg sama….utk dipakai akad nikah….mau g pemerintah kota bima mengijinkan…? Masjid itu milik bersama….bukan dipakai seenaknya utk menikahkan anak walikota…..msjd itu milik bersama….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *