Tertunda Ikut Pilkada, Sutarman: Allah SWT Punya Rencana Lain Buat Saya

Kota Bima, Kahaba.- H Sutarman H Masrun melihat ada hikmah luar biasa dibalik tertundanya keinginan menjadi kontestan Pilkada Tahun 2018. Perjuangan yang cukup panjang dan melelahkan itu pun dianggapnya sebagai proses, dan bagian dari rencana Allah SWT.

H. Sutarman H. Masrun. Foto: Bin

Saat disambangi media ini usai silahturahim dengan tim dan simpatisan Sahabat H Sutarman (SHS), di rumahnya Kelurahan Lewirato, Jumat (12/1) Sutarman bicara panjang lebar. Sesekali tertawa lepas mengingat hal – hal lucu selama melewati proses pencalonan Walikota Bima.

Sutarman mengawali obrolan dengan banyaknya cerita suka duka berurusan dengan partai. Proses yang dilaluinya kemudian digambarkan kepada semua tim dan simpatisan yang hadir, agar semua mengetahui gambaran dan apa saja yang sudah dilakukannya. Sehingga tidak ada yang salah persepsi, apalagi seolah – seolah dirinya melompat dari awal sampai akhir.

“Tapi sesungguhnya yang terjadi justru proses yang sangat luar biasa. Pada akhirnya, hari ini, tidak ikut. Momen ini menjadi bagian dari perjalanan dan usaha. Proses yang membuat komitmen untuk berikhtiar lebih kuat lagi,” katanya.

Menurut pembina Kosambo itu, banyak energi yang sudah dikeluarkan, terutama untuk SHS. Sehingga hari ini, dirinya berkesempatan untuk menyampaikan kepada semua. Permohonan maaf karena sudah banyak yang menaruh harapan. Dirinya juga menyampaikan ucapan terimakasih, karena sejak awal sudah diniatkan untuk kebaikan. Jika pun harus berakhir pada hari ini, maka ia berharap bisa berakhir dengan kebaikan.

Dari proses ini sambungnya, banyak hikmahnya dan banyak hal – hal yang luar biasa. Proses yang sudah dilaluinya itu ibarat sekolah, yang justru tidak ada di bangku sekolah. Hal – hal baru yang ditemuinya selama berinteraksi tentu menjadi pelajaran penting, agar bisa segera diveluasi. Baik dan buruk terbentang menjadi pelajaran yang dianggapnya mahal.

“Tapi satu yang saya yakini, dibalik semuanya, Allah SWT punya rencana lain buat saya,” ucapnya dengan senyum.

Ditanya kemana tim dan simpatisan ini akan diarahkan, Sutarman mengaku tidak elok jika dirinya mengarahkan tim dan simpatisan yang sudah berjuang dengannya sejak awal. Dirinya hanya memberikan gambaran secara umum, untuk memilih pemimpin kedepan, harus memilih pemimpin yang memiliki komitmen yang kuat untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyatnya.

Dijelaskannya, semua harus menyadari bahwa penduduk Kota Bima 99 persen beragama Islam. Paling tidak yang dilakukan oleh pemimpin yang akan dipilih nanti yakni yang punya komitmen kuat dan bisa membangun umat muslim.

Kemudian, persoalan ekonomi kerakyatan yang masih berjalan di tempat. Sebab, sampai saat ini masyarakat Kota Bima sangat konsumtif, sementara disisi produksi diambil alih oleh orang lain atau pendatang. Orang dari luar yang melihat potensi ekonomi di Bima telah memanfaatkan kesempatan tersebut diaspek – aspek ekonomi yang urgen.

H. Sutarman saat silahturahim di Kelurahan Rabangodu Selatan. Foto: Bin

“Artinya perlu pemimpin yang bisa merubah mindset, agar potensi ini tidak dibawa keluar oleh para kapitalis. Pemimpin nanti harus bisa mengarahkan warga untuk bisa masuk ke wilayah produktif. Jangan dibiarkan terus menjadi konsumtif, karena itu butuh uang yang tidak sedikit,” paparnya.

Lalu sektor penting lain yakni pendidikan dan kesehatan, karena itu merupakan kebutuhan dasar.  Pemimpin kedepan harus kuat juga mengurus pendidikan dan kesehatan. Kebutuhan dasar ini harus diperkuat pondasinya. Karena hingga saat ini, daya saing pendidikan masih lemah dibanding daerah lain.

Lalu yang ketiga, politik. Menurut sutarman, politik harus diperkuat. Islam dan politik bukan sesuatu yang berbeda. Selama ini orang menganggap politik itu ganas dan kotor, namun sesungguhnya politik itu baik, karena prosesnya tergantung yang menjalankan.

“Inilah tanggungjawab moral kita. Kita harus mendorong urusan politik ini untuk benar – benar bisa membawa perubahan yang signifikan,” inginnya.

Pada kesempatan itu pria yang menyandang gelar Magister Managemen itu mengaku, hingga saat ini belum salah satu calon ada yang datang dan meminta dukungannya. Tapi, komunikasi tetap berjalan dengan baik. Bahkan, setelah dirinya menyatakan diri gagal maju, langsung menghubungi H A Rahman H Abidin dan HM Lutfi, kemudian menyampaikannya ke media sosial.

“Kalau salah satu calon minta dukungan, saya kira itu wajar. Karena hasil survei kita, SHS itu punya kekuatan sekitar 20 persen. Artinya jumlahnya sangat menentukan kemenangan untuk orang lain. SHS masih memiliki simpul simpul militan. Datanya ilmiah,” terangnya.

Disinggung apakah 5 kedepan akan berkompetisi lagi?, pria yang dikenal cerdas dan smart itu mengawalinya dengan tersenyum.

“Saya belum putuskan. Karena ladang amal itu bukan saja dibidang politik, banyak yang lain,” ucapnya.

Tetapi, dirinya tetap ingin bermanfaat untuk orang banyak dan membuat perubahan. Cara satu – satunya yakni harus masuk ke wilayah pembuat kebijakan, yakni eksekutif dan legislatif. Niat itu pun tetap ada, karena di wilayah itu lah dirinya bisa berbuat untuk orang banyak. Hanya saja dari kejadian hari ini, apakah dalam waktu dekat dirinya akan membuat perencanaan – perencanaan baru atau tidak. Belum diputuskan.

“Oya, sudah ada juga yang memberikan penawaran untuk ikut DPR RI dari ada 2 partai, dan itu partai besar. Tapi saya belum putuskan. Kita lihat saja nanti,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *