DPD PAN Terima Pendaftaran Caleg Dapil 5

Kabupaten Bima, Kahaba.- DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bima, Selasa (16/1) siang menerima kehadiran pengusaha muda, Molden Sadiqq untuk mendaftar sebagai Caleg Anggota Legislatif (Caleg) Kabupaten Bima Dapil 5 yang meliputi Kecamatan Woha, Monda dan Parado.

DPD PAN saat menerima pendaftaran Caleg Dapil 5. Foto: Ady

“Tahapan pendaftaran ini sudah kami buka sejak bulan lalu untuk semua dapil dan akan berakhir pada Februari 2018 mendatang,” jelas Ketua DPD PAN Kabupaten Bima Muhammad Aminurlah yang mendampingi langsung proses pendaftaran.

Saat ini kata Aminurlah, kuota Caleg PAN di semua dapil sudah banyak terisi. Rata-rata yang mendaftar didominasi figur muda dari berbagai latar belakang. Sisanya kader partai baik yang mendaftar baru maupun yang mencalonkan diri kembali.

“Kita tinggal menunggu pendaftaran perempuan untuk memenuhi keterwakilan kuota 30 persen. Sebenarnya sudah ada figur-figur itu dari LSM maupun tokoh perempuan di semua dapil, mereka tinggal mendaftar saja,” jelasnya.

Sementara itu, Molden Sadiqq usai mendaftarkan diri menegaskan siap bersaing merebut simpati masyarakat di Dapil 5 dengan para figur lainnya. Pemilik usaha Supermarket Bolly ini mengaku mendapatkan dukungan dari keluarga dan didorong oleh masyarakat untuk maju.

“Saya maju karena merasa terpanggil untuk membawa perubahan di Dapil 5. Karena Kecamatan Monta khususnya Desa Sakuru tempat kelahiran saya belum banyak tersentuh aspek pembangunan,” ujar dia..

Ia telah mempersiapkan banyak program jika dipercaya menjadi wakil rakyat Dapil 5 nantinya. Terutama memperjuangkan pembangunan infrastruktur dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi generasi muda melalui usaha dan ekonomi. Seperti halnya yang telah dilakukannya melalui Suparmarket Bolly.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *