SMPN 10 Mulai Terapkan 5 Hari Sekolah

Kota Bima, Kahaba.- Kepala SMPN 10 Kota Bima Heryanto menyampaikan, tahun ini pihaknya mulai menerapkan 5 hari sekolah. Proses belajar dimulai pukul 07.30 Wita dan berakhir pukul 14.30 Wita.

Ilustrasi

Menurut dia, konsep 5 hari sekolah sangat berbeda dengan full day school. 5 hari sekolah tidak membuat siswa harus belajar hingga sore, tapi sekolah menambahkan jam pelajaran di hari Sabtu ke lima hari sebelumnya. Sehingga, guru dan siswa mendapatkan jatah libur 2 hari, karena pelajaran di hari Sabtu sudah dibagi habis pada hari lain.

“Awalnya kami disarankan untuk mencoba sejak semester ganjil, tapi diundur karena belum siap. Akhirnya usai liburan kemarin, kami langsung terapkan 5 hari sekolah dan Alhamdulillah banyak hal positif yang terjadi di sekolah,” ujarnya, Jumat (19/1).

Kata Heryanto, semenjak diterapkannya 5 hari sekolah, tingkat disiplin siswa dan guru membaik. Siswa yang bandel pun berkurang, karena lebih memilih menyimpan tenaga untuk menjalani sekolah hingga jelang sore hari.

Diawal penerapan sambungnya, sempat ada kendala soal makan siang siswa. Namun hal tersebut terselesaikan, karena warga disekitar sekolah banyak yang menjajakan nasi bungkus dengan harga terjangkau.

Disinggung soal pendidikan karakter, Heryanto mengaku sudah dimulai sejak diterapkannya 5 hari sekolah. Saat memasuki waktu Dzuhur, guru piket akan berjaga di pagar belakang sekolah untuk memantau siswa yang loncat pagar dan sejenisnya.

“Sholat berjamaah dua kali, karena ukuran mushola kami kecil jadi tidak bisa menampung siswa sekaligus,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadis Dikbud Kota Bima Alwi Yasin mengapresiasi langkah cepat dan berani yang diambil kepala sekolah. Apalagi, penerapan 5 sekolah tersebut tidak hanya berdampak positif bagi siswa dan guru tapi juga bagi masyarakat sekitar.

“Saat ini sekolah 5 hari sudah dituangkan dalam peraturan Walikota. Dalam waktu dekat, juga akan dikeluarkan Peraturan Presiden,” katanya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *