2 Bakal Paslon Tinjau Korban Banjir Kampung Sigi

Kota Bima, Kahaba.- Musibah banjir yang kembali melanda warga RW 03 Kampung Sigi Kelurahan Paruga memantik simpati dari 2 Bakal Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bima Arahman-Fera (Manufer) dan Lutfi-Feri.

Banjir meluap di Kelurahan Paruga. Foto: Istimewa

Semalam (Minggu, 21/1), 2 bakal paslon dari jalur partai politik ini turun meninjau langsung warga korban banjir. H Arahman yang juga masih menjabat Wakil Walikota Bima melihat kondisi para pengungsi di Masjid Sultan Muhammad Salahuddin. Pendampingnya Hj Fera Amalia blusukan ke kampung bersama tim menyerahkan bantuan.

Sedangkan Bakal Paslon Lutfi-Feri memilih menyusuri warga yang tinggal di bantaran Sungai Padolo. Keduanya menguatkan warga agar tabah menghadapi musibah sekaligus melihat kondisi Sungai Padolo.

Sekretaris RW 03 Jauhar Mahbub mengatakan, kehadiran dua bakal paslon itu hampir bersamaan saat banjir masih menggenangi permukiman warga. Ia mengapresiasi perhatian kedua bakal paslon terhadap warganya yang kerap menjadi langganan banjir tiap tahun itu.

“Sejak semalam sebagian warga kami sudah mulai bersih-bersih rumah dan lanjut lagi pagi hari ini,” kata Jauhar yang juga Anggota Forum Tim Siaga Bencana (FTSB) Kota Bima ini, Senin (22/1) pagi.

Pemerintah Kota Bima kata dia, telah mengerahkan personil BPBD dan mobil pemadam kebakaran pagi ini untuk membantu menyiram lumpur di lorong dan rumah-rumah warga. Gotong royong juga dipimpin langsung Wakil Walikota Bima.

Jauhar menambahkan, saat ini BPBD masih mendata jumlah korban terdampak banjir dan kerugian yang dialami. Sementara sebagian warga RW 03 hingga pagi ini masih mengungsi di Masjid Sultan Muhammad Salahuddin, terutama wanita dan anak-anak.

“Sebagian rumah warga belum bisa ditempati karena masih kotor dan belum dibersihkan. Mudah-mudahan siang ini bisa selesai bersih-bersih,” tandasnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *