Ini Penyebab Masalah Pupuk Menurut Kepala Distanbun

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dsitanbun) Kabupaten Bima Indra Jaya mengatakan, pada dasarnya kebutuhan pupuk untuk para kelompok tani sudah disesuaikan dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok  (RDKK) yang diajukan tiap Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) pada distributor.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bima Indra Jaya. Foto: Deno

Selanjutnya kata dia, distributor mengajukan ke produsen dan produsen mengajukan lagi ke pemerintah. Ketika ada persoalan kekurangan pupuk seperti yang terjadi saat ini menurutnya, kemungkinan karena adanya pelebaran luas lahan yang ditanam.

Selain itu disebabkan adanya kelompok tani yang tidak terkafer dalam Gapoktan yang mengajukan RDKK untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Persoalan naiknya Harga Eceran Tertinggi (HET) kemungkinan terjadi akibat ulah para pengecer dilapangan.

“Kalau kami menemukan para pengecer dan distributor bermain dengan HET, maka saya tegaskan akan memberi sanksi tegas hingga mencabut ijinnya sebagai pengecer dan distributor,” kata Kepala Dinas Pertanian baru ini, Senin (22/1).

Menindaklanjuti persoalan pupuk yang sedang terjadi diberbagai desa dan kecamatan se-Kabupaten Bima, Dinas Pertanian akan mengundang pihak terkait seperti UPT, DPP, pengecer dan distributor untuk mencari solusi dan akar permasalahnya.

Sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati, dirinya yang baru saja dilantik menjadi Kepala Dinas Pertanian diminta untuk segera menangani kekurangan pupuk dibeberapa daerah yang terjadi baru-baru ini.

“Hari ini saya akan menggelar pertemuan dengan semua unsur terkait untuk mencarikan solusi dalam menyelesaikan masalah yang ada,” jelas Indra Jaya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *