Miliki Tramadol dan Diduga LGBT, 3 Pemuda Diamankan

Kota Bima, Kahaba.- 3 orang pemuda asal Kecamatan Wera masing-masing AK (33), MK Kadafi (29) dan AB (17) diamankan Tim Opsnal Polsek Wera, Selasa kemarin disalah satu Salon karena memiliki 41 biji obat Tramadol dan empat plastik klip yang diduga sisa Sabu-sabu.

Ilustrasi

Kasubbag Humas Polres Bima Kota IPDA Budi Rohadi mengatakan, menindaklanjuti laporan masyarakat yang mengaku disalah satu Salon Desa Tawali sering ada aktifitas penyalahgunaan obat keras secara ilegal dan penyalahgunaan narkoba.

“Laporan masyarakat juga di Salon itu sering ada aktifitas mesum sesama jenis atau LGBT),” katanya.

Tidak berselang lama kata dia, Tim Opsnal Polsek Wera langsung menuju TKP dan berhasil mengamankan pelaku dengan barang bukti berupa obat Tramadol dan plastik diduga sisa Sabu-sabu.

“Pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polsek Wera untuk diproses lebih lanjut,” ujarnya Rabu (24/1).

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. hadi mulyadi

    Bagus itu yang harus di waspadai,Jangan di biarkan begitu saja,,penyimpangan yg terjadi di kalangan masyarakat akan menghancurkan mobilisasi sosial serta menimbulkan kerusakan tatanan kehidupan,memang kita hidup dalam label kebebasan tapi kebebasan yg di maksud adalah kebebasan yg sesuai dengan koridor aturan dan kebebasan melakukan hal2 yang baik,bukan kebebasan yang semau kita untuk melakukan dalam hal menyimpang.
    Negara kita adalah negara yg mayoritas agama islam,kita jangan sampai mengkiblatkan tradisi dan budaya asing yg tidak sama sekali menanamkan moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat yg baik.
    Harusnya kita sadar,begitu maju nya arus globalisasi di jaman sekarang ini,hal positif memang tidak di pungkiri dengan hadirnya alat iptek yg canggih,tapi harus pandai memainkan logika akal kita,mari sejenak kita berpikir samping ada nilai dari segi positifnya ternyata kadar pengaruh negatifnya lebih banyak dari segi positifnya,ini berarti bahwa kita harus pintar dalam hal mengfilterisasi dalam hal pengguna.an dan pemanfaatan iptek tsb.
    Adanya sebuah penyimpangan seperti tingkatnya jumlah LGBT serta terjerumusnya manusia dalam penggunaan obat terlarang karna adanya perkembangan arus globalisasi,yg penyebab kurangnya filter dalam menerima masuknya gaya modernisasi barat yang akan menghancurkan tradisi dan budaya telah di jaga oleh nenek moyang kita yg beratus ratus tahun yg lalu.
    Jika ini terjadi,lantas apa yg di banggakan,kehormatan apa akan di jaga,etika dan perilaku apa yg menjadi tolak ukur dalam kehidupan sosial dan masyarakat,bahkan bisa di katakan norma dan ajaran agama hanya tinggal nama dan ceritanya saja,sementara implementasinya telah di abaikan dan di musnahkan.
    Sekali lagi demi menjaga martabat dan kehormatan bangsa dan negara serta demi meninggikan derajat agama di mata dunia dan sisi tuhan sang pencipta,segala bentuk penyimpangan yg bersifat mengancurkan segera di tindak lanjuti berdasarkan hukum yg berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *