Peneliti UI Ungkap Pengalaman Unik Tentang Naskah Kuno Bima

Kabupaten Bima, Kahaba.- Peneliti dari Fakultas Ilmu Bahasa (FIB) Universitas Indonesia Titik Pudjiastuti menyebut, Bima adalah negeri kaya sejarah. Hanya saja, selama ini belum banyak diungkap. Sebagai pakar naskah dirinya mengaku naskah-naskah sejarah di Bima juga memiliki nilai mistis.

Acara seminar nasional jejak Sang Bima dan Majapahit. Foto: Yadien

“Saat saya meneliti naskah kuno Bima, banyak keanehan yang saya jumpai,” cerita Profesor UI ini saat seminar Jejak sang Bima dan Majapahit di Museum ASI Mbojo, Kamis (25/1) pagi..

Titik membagi pengalamannya itu saat melakukan penelitian soal naskah kuno Bima. Dirinya bersama tim memotret naskah kuno tersebut. Namun anehnya saat hendak dipotret sampul belakang naskah, selalu mengeluarkan cahaya dan tidak terbaca di laptop.

Padahal ia sudah menggunakan peralatan yang cukup sesuai standar penelitiannya dalam pengambilan gambar naskah. Berbeda dengan sampul depan naskah memiliki hasil yang baik.

“Itu baru sampulnya loh yang saya foto, bukan isinya,” kata dia.

Sejumlah naskah kuno peninggalan kerajaan Bima tersebut lanjutnya, berhasil difoto setelah ia menyapa dan meminta izin pada mahluk lain yang diyakini sebagai menjaga naskah tersebut.

“Saya sadar dan saya permisi. Saya katakan, saya nggak ambil kok, hanya foto saja. Baru bisa difoto dengan baik,” bebernya.

Sementara itu, Sejarahwan UI Agus Aris Munandar punya penilaian tersendiri mengenai peninggalan dan artefak yang ada di Bima. Menurutnya, benda bersejarah di Bima memiliki corak Hindu-Budha dan itu sebagai bukti bahwa Bima adalah salah satu daerah yang didatangi oleh Majapahit.

Ia mencontohkan seperti Situs Wadu Tunti dan Wadu Pa’a merupakan bukti pengaruh Majapahit di Bima. Meskipun demikian, hasil penelitiannya merupakan sebuah tawaran dari hasil penemuan ilmiah yang bisa diterima dan bisa pula dibantah. “Tapi bantahnya harus dengan karya ilmiah juga ya,” kata dia.

Seminar Nasional dengan tema Jejak Sang Bima dan Majapahit yang diselenggarakan di Asi Mbojo ini mendapat sambutan hangat. Selain banyaknya peserta yang mengikuti seminar tersebut, juga banyak pertanyaan yang disampaikan Penggiat dan Pencinta Sejarah Bima pada sesi tanya jawab.

Antusias peserta dalam mengikuti seminar tersebut membuat acara berjalan dengan lancar dan aktif. Bahkan, terpantau oleh media ini acara yang harusnya dijadwalkan berakhir jam 15.00 wita diperpanjang hingga jam 17.00 wita.

Ketua Panitia Dewi Ratna Muchlisa mengatakan, acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota Bima tersebut bekerjasama dengan Museum Kebudayaan Samparaja Bima dan Fakultas Ilmu Budaya UI. Didukung oleh Pemerintah Kota Bima dan Kabupaten Bima, Dewan Kesenian Kota Bima,Majelis Kebudayaan Mbojo (Makembo) dan STKIP Bima.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *