Banjir, Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Kabupaten Bima Gagal Panen

Kabupaten Bima, Kahaba.- Akibat banjir yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Bima dalam sepekan terakhir, 387 hektar lahan pertanian terkena dampak. Jumlah tersebut tersebar di 3 kecamatan.

Koordinator POPT-PHP Bidang RPLPT Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Nurafni. Foto: Eric

Koordinator POPT-PHP Bidang RPLPT Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Nurafni mengungkapkan, 3 kecamatan yang sudah terdata petugas Pengamat Hama dan Penyakit (PHP) yaitu Kecamatan Woha, Monta dan Belo.

“Dari jumlah 387 hektar yang terdampak banjir, 108 hektar mengalami puso atau gagal panen,” ungkapnya. .

Afni menyebutkan, di Kecamatan Woha ada sebanyak 30 hektar komoditi padi yang terdampak banjir. Jumlah itu tersebar di 3 desa masing – masing Desa Rabakodo, Tente dan Naru. Sedangkan di Kecamatan Monta, ada 5 desa yang terdampak yaitu Desa Sakuru, Sie, Tangga, Simpasai dan Desa Tangga Baru.

Selain komoditi padi lanjutnya, di Kecamatan Monta juga ada komoditi jagung dan bawang yang terkena dampak banjir. Jagung ada 16 Ha terdampak, dan sebanyak 3 hektar gagal panen. Sedangkan bawang hanya 13 hektar. Kemudian di Kecamatan Belo, 9 desa yang terdampak banjir seperti Desa Roka, Runggu, Cenggu, Renda, Ngali, Lido, Ncera, Diha dan Soki.

“9 Desa ini ada sebanyak 297 hektar tanaman padi petani rusak akibat banjir. Sedangkan di Kecamatan Belo, ada sebanyak 89 hektar tanaman petani yang terindikasi gagal panen,” sebutnya.

Ia menambahkan, selain di 2 kecamatan tersebut. Pihaknya juga saat ini masih melakukan monitoring dan pelaporan untuk kecamatan lain, seperti Bolo dan Madapangga.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *