Anis Istiqomah, Siswi Rajin, Ramah dan Taat Beribadah

Kota Bima, Kahaba.- Almarhumah Anis Istiqomah, pelajar SMAN 1 Kota Bima yang meninggal akibat tertimpa pohon di Taman Ria dimakamkan di tempat peristerahatan terakhir di Pekuburan Tolodara Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat, Selasa (30/1). (Baca. Siswi SMAN 1 Meninggal Tertimpa Pohon di Taman Ria)

Kepala SMAN 1 Kota Bima bersama orang tua Anis saat penguburan jenazah Anis. Foto: Eric

Siswa yang duduk di kelas 11 Bahasa itu menghembuskan nafas terakhir di RSUD Bima, setelah berjuang beberapa jam terbaring lemah akibat luka berat dibagian perut dan paha. Meskipun pihak medis telah berupaya menolong, tapi takdir berkata lain.

Anak pertama pasangan Sahril dan Jauhari itu semasa hidup dikenal baik, ramah dan taat beribadah. Setiap tiba waktu sholat dzuhur di sekolah, Anis selalu mengajak teman – temannya ke musholla sekolah dan mengerjakan sholat berjamaah.

“Almarhumah dikenal ramah oleh teman-temannya. Anis juga sangat taat beribadah. Dia tak segan mengajak temannya untuk sholat dzuhur berjamaah,” ujar Wakasek Kesiswaan Hasto Pancoro.

Hasto menceritakan, sebelum pergi untuk yang terkahir menghadap yang maha kuasa. 2 hari sebelum kecelakaan terjadi, tanda-tanda dan firasat akan kepergian Anis telah ada. Anis sempat mengunjungi ruang kelas XII IPS, kakak tingkatnya. Almarhumah sempat masuk ke ruangan, dan bersalaman dengan seluruh siswa-siswi di ruangan tersebut dengan senyum manisnya.

“Ternyata itu merupakan kenangan teraahir yang ditinggalkan Anis,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Kota Bima Sanusin juga merasa kehilangan salah satu siswa terbaik yang di miliki sekolah. Berdasarkan informasi dari jajaran guru, almarhumah dikenal rajin belajar dan meraih sejumlah prestasi.

“Atas nama sekolah dan siswa-siswi SMAN 1 Kota Bima, kami berduka cita dan merasa kehilangan atas kepergian Anis. Semoga Anis tempatkan di Surga Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” harap pria yang baru menjabat sebagai kepala sekolah setempat.

Sebagai ungkapan duka cita beberapa siswa-siswi bersama pengurus OSIS dan jajaran pegawai turut menyumbangkan sedikit dana untuk meringankan sedikit beban keluarga.

“Mengenai bantuan yang diserahkan murni keikhlasan siswa dan jajaran guru, untuk membantu keluarga yang ditinggalkan,” beber Sanusin.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *