Gelombang Tinggi, Nelayan di Bajo Takut Melaut

Kabupaten Bima, Kahaba.- Angin kencang, gelombang laut tinggi, dan hujan yang terus mengguyur Kota dan Kabupaten Bima dalam sepekan terakhir mengakibatkan sejumlah nelayan yang menggantungkan hidup di laut tidak berani berlayar.

Bagang di Desa Bajo bersandar di pelabuhan dan memilih untuk tidak melaut karena gelombang tinggi. Foto: Eric

“Sudah sepekan terakhir ini kami tidak melaut karena gelombang tinggi, angin kencang yang disertai hujan lebat,” ujar salah satu pemilik perahu penangkap ikan (Bagang) Abdurahman asal Desa Bajo Kecamatan Soromandi, Rabu (31/1).

Sebelum cuaca bruk terjadi, sepekan lalu para pemilik bagang yang mencari ikan selalu mendapatkan hasil yang cukup banyak, hingga mencapai 30 baskom, Jika diuangkan, maka bica mencapai jutaan sehari.

“Namun karena cuaca buruk dalam sepekan terakhir, kita hanya diam dan tidak berani melaut,” tutur Mon, sapaan akrabnya.

Nelayan lain, Dedi Rahmansyah juga memilih untuk tidak melaut karena cuaca buruk. Sebelumnya, dalam sepekan ia beserta anggotanya tetap melaut untuk menafkahi keluarga.

“Semoga cuaca kembali baik, dan kami bisa melaut untuk menangkap ikan,” harapnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *