Buntut Kebakaran, STKIP Diliburkan dan Rugi Rp 1,5 M

Kota Bima, Kahaba.- Pihak lembaga Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan (STKIP) usai kebakaran yang terjadi,  Senin, 8 Oktober 2012 dini hari tadi, akhirnya meliburkan mahasiswanya hingga Kamis besok (9/10/2012). Kebakaran pun menghanguskan satu lokal ruang UKM dan empat ruang belajar mahasiswa program studi ekonomi.

Petugas pemadam kebakaran yang sibuk menjinakkan api, saat kebakaran di STKIP Bima, Senin (8/10/2012) dini hari tadi. Foto: Arief

Hal ini disampaikan Ketua STKIP Bima, Drs. Mustamin, M.Si. Ditemui Kahaba di kantornya pagi ini, Mustamin mengungkapkan, dirinya setelah dihubungi staf STKIP yang mengabarkan kebakaran terjadi di kampus, langsung datang melihat situasi sekitar pukul 02.30 Wita.

 Mustamin mengaku, kebakaran menghanguskan satu ruangan UKM (Sanggar Seni Gong 96, red) dan empat ruangan belajar. Kerugian pun ditaksir sekitar Rp 1,5 miliar.

Ditanya soal dibakar atau terbakar?, pihak lembaga STKIP belum bisa memberikan kepastiannya. Apa karena buntut masalah bentrokan antara lembaga mahasiswa beberapa hari yang lalu?, Mustamin pun belum bisa mengira-ngira sebab-musabab terjadinya kebakaran ini.

Pihak STKIP pun sudah menyerahkan persoalan ini kepada pihak yang berwajib, dan sudah melaporkan ke Kepolisian Resort Bima Kota, Senin (8/10/2012) pagi hari ini.

“Biarkan pihak kepolisian yang menyelidiki lebih lanjut kejadian kebakaran ini, Dan untuk dua hari kedepan, pihak lembaga sudah memutuskan untuk meliburkan mahasiswa STKIP, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Mustamin yang ditemui Kahaba di ruangannya.

Di lokasi kebakaran, tampak Police Line (Garis Polisi) yang melingkari ruangan yang terbakar. Dan terlihat pula beberapa polisi yang masih berjaga-jaga di kampus STKIP Bima, yang terletak di bilangan Kelurahan Mande, Kota Bima. [BS/BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *