PKM Paruga Data PIS-PK di 6 Kelurahan

Kota Bima, Kahaba.- Puskesmas (PKM) Paruga Desember tahun 2017 mulai melakukan pendataan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Pendataan yang akan dilakukan di 6 Kelurahan tersebut kini dilanjutkan kembali pada tahun 2018.

Kasubbag TU PKM Paruga Edy Bahtiar. Foto: Istimewa

Kasubbag TU PKM Paruga Edy Bahtiar mengakui, program tersebut merupakan program Pemerintah Pusat yang juga harus dilakukan di tingkat daerah. Karena pada tahun 2017 masih terkendala anggaran, rencananya program dimaksud akan dituntaskan di tahun 2018.

Ia menyebutkan, target program tersebut tersebar di 6 kelurahan masing di Kelurahan Pane, Nae, Sarae, Tanjung, Paruga dan Kelurahan Dara. Sasaran jumlahnya sebanyak 9.092 kepala keluarga (KK).

“Di Kelurahan Pane sudah berjalan 80 persen. Dalam waktu dekat akan segera dituntaskan. Kemudian dilanjutkan di kelurahan lain,” ujarnya, Jumat (9/2).

Edy menjelaskan, pelaksanaan PIS-PK yakni mendata masalah kesehatan pada keluarga, seisi rumah pun harus didata. Setelah itu, jika ditemukan masalah kesehatan, tindaklanjutnya akan dilakukan intervensi oleh programmer PKM.

“Kegiatan ini tidak berdiri sendiri, tapi akan terintegrasi dengan program PKM. Ini berlaku untuk semua PKM,” jelasnya.

Out putnya sambung Edy, nanti akan diketahui jumlah KK ril dan jumlah penduduk di kelurahan setempat. Serta mengetahui masalah kesehatan dalam keluarga tersebut. Hasil pendataan itu juga akan menjadi dasar untuk perencanaan penanganan kesehatan, seperti penganggaran, fasilitas, dan program lainnya.

“Data diinput data online, jadi ini akan terintegrasi dengan pusat. Nanti juga akan muncul indeks kesehatan keluarga,” paparnya.

Kata dia, PIS-PK fokusnya di 12 indikator. Diantarnya, keluarga mengikuti program KB, ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan, bayi mendapat ASI ekslusif, bayi mendapat imunisasi, balita mendapat pemantauan pertumbuhan, penderita TB Paru mendapat pengobatan sesuai standart dan penderita hipertensi mendapatkan pengobatan sesuai prosedur.

Selain juga itu, penderita gangguan jiwa mendapat pengobatan dan tidak di telantarkan, anggota keluarga tidak ada yang merokok, keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional, keluarga mempunyai akses air bersih dan keluarga menggunakan jamban sehat.

Ia menambahkan, program tersebut melibatkan petugas dari bidan desa, sejumlah staf di PKM Paruga. Ada juga beberapa teknisi.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *