Di Desa Riamau, Jalannya Masih Rusak dan Berbatu

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kondisi jalan di Desa Riamau Kecamatan Wawo masih memperihatinkan. Batu berukuran sedang dan kecil memenuhi ruas jalan desa setempat. Hanya beberapa kilo saja yang sudah diaspal.  Selebihnya, rusak parah.

Kondisi jalan di Desa Riamau. Foto: Bin

Jalan dari Desa Pesa menuju Riamau memang sudah diaspal licin. Tapi saat memasuki gerbang Desa setempat, hanya ratusan meter yang sudah diaspal. Memasuki dusun Kalate menuju Dusun Riamau desa setempat. Warga masih menikmati jalan yang licin dan berbatu.

Menurut Nasrun, Sekretaris Karang Taruna Desa Riamau. Beberapa tahun lalu jalan di jalur desa sudah dilakukan pengerasan. Tapi pekerjaannya terhenti dan tidak dilanjutkan dengan pengaspalan.

“Kondisi itu pun tidak merubah wajah jalan. Jalannya tetap rusak dan berbatu,” ujarnya, Sabtu (10/2).

Kata Nasrun, jalan di desa setempat akan sulit dilewati kendaraan jika sudah hujan. Air gunung turun memenuhi ruas jalan. Apalagi jika selesai hujan, kondisi jalan akan licin dan becek. Pengendara sepeda motor jika tidak ekstra hati – hati, akan mudah jatuh.

Sebagai warga Riamau, dirinya berharap pemerintah bisa memperhatikan kondisi jalan tersebut. Agar bisa dinikmati oleh warga setempat. Selain itu, jalur tersebut mulai ramai dilalui. Karena keberadaan sejumlah air terjun di Desa Riamau mampu menarik perhatian pengunjung.

“Ya kita inginnya sih jalan ini bisa diaspal seperti jalan – jalan di Desa lain di Kabupaten Bima,” inginnya.

Nasrun menambahkan, di Desa Riamau juga punya hasil pertanian yang melimpah, terutama Kemiri. Hasil bumi tersebut menjadi pertanian andalan warga setempat selain menanam jagung. Tentu dengan adanya akses transportasi yang menunjang, akan memudahkan perputaran ekonomi hasil pertanian di desa setempat.

*Kahaba-01

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *