Merugikan Petani, Kasus Pasutri Bawa Pupuk Bersubsidi Tetap Diproses

Kota Bima, Kahaba.- Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang ditahan karena membawa 32 sak pupuk bersubsidi dari Kecamatan Ambalawi menuju Kecamatan Lambu, tetap diproses. Pasalnya, tindakan mereka merugikan petani Kecamatan Ambalawi. (Baca. Bawa Pupuk Bersubsidi, Pasutri Ini Diamankan)

Pupuk subsidi saat diamankan. Foto: Dok Polres Bima Kota

“Pasutri asal Desa Lambu Kecamatan Lambu Kabupaten Bima masih diamankan,” ujar Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Bima Kota IPDA Dediansyah, Senin (12/2).

Menurut Kanit, kasus tersebut akan terus berjalan dan diproses. Pihaknya juga terlebih dahulu menggelar kasus, guna menentukan status pasangan dimaksud. Saat ini pun, barang bukti pupuk masih diamankan di Mapolres Bima Kota, berikut 1 unit mobil pick up.

“Berdasarkan pengakuan mereka, pupuk dibeli dari Kecamatan Ambalawi. Rencananya akan digunakan untuk kepentingan pribadi di Kecamatan Lambu,” katanya.

Karena kelakuan mereka sambung Dediansyah, Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) di Kecamatan Ambalawi berkurang. Ini pun merugikan petani di Ambalawi.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *