Undi Nomor Urut, Manufer Nomor 1, Lutfi-Feri Nomor 2 dan Nomor 3 Subhan-Wahyudin

Kota Bima, Kahaba.- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima menyelenggarakan rapat pleno terbuka pengundian nomor urut pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bima Tahun 2018 di Gedung Convention Hall Paruga Nae, Selasa (13/2).

Pasangan calon menunjukan nomor urut. Foto: Bin

Dari semua proses yang dilewati, akhirnya 3 pasangan calon mengambil masing-masing nomor undian untuk ditunjukan kepada undangan yang hadir dan penyelenggara pemilu.

Pasangan Manufer mengambil undian nomor urut 1, kemudian pasangan Lutfi – Feri memilih nomor undian 2, dilanjutkan pasangan Subhan -Wahyudin dengan nomor urut 3.

Ketua KPU Kota Bima Bukhari dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini telah diatur pada ketentuan peraturan KPU Nomor 3, yang telah dirubah menjadi Nomor 15 Tahun 2017. Setelah ditetapkan para calon, KPU melakukan pengundian nomor urut pasangan calon.

“Dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bima, sudah ditetapkan 3 pasangam calon yang akan menjadi peserta Pilkada Kota Bima tahun 2018,” ujarnya.

Pasangan calon tersebut sebut Bukhari pertama HM Lutfi – Feri Sofiyan dengan 9 partai pengusung, kemudian pasangan H Arahman H Abidin – Hj Ferra Amelia diusung 3 partai pengusung dan pasangan Subhan-Wahyudin dari jalur perseorangan. Sehingga pada pemilihan tahun 2018, diikuti 2 pasangan calon dari partai politik dan 1 pasangan calon dari jalur independen.

Sementara proses pengundian nomor urut calon, Bukhari menyampaikan mekanismenya terdiri dalam 2 tahap. Tahap pertama penarikan nomor urutan, sementara tahap kedua yakni penarikan nomor urut calon.

“Proses pengambilan nomor urut calon selesai digelar. Nomor 1 yakni pasangan Manufer, nomor 2 pasangan Lutfi – Feri, dan nomor 3 pasangan Subhan -Wahyudin,” sebutnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *