Di Desa Riamau, Listrik Nyala Hanya 3 Jam Sehari

Kabupaten Bima, Kahaba.- Desa Riamau terletak di Kecamatan Wawo, terdiri dari 3 dusun dan ditempati kurang lebih 200 Kepala Keluarga. Desa ini berjarak kurang lebih 10 KM dari ibu kota Kecamatan dan menempuh perjalanan sekitar 2 jam.

Ilustrasi

Akses jalan dari pusat Kecamatan Wawo menuju desa tersebut sudah banyak diaspal. Namun jalan dari masing-masing dusun Desa Riamau masih rusak dan berbatu. Sementara jarak antara dusun yang satu ke dusun lain, sekitar 3 – 4 kilometer.

Disisi lain, masyarakat desa setempat juga sampai saat ini masih belum bisa menikmati listrik dengan maksimal. Pasalnya listrik tenaga surya yang mereka miliki saat ini hanya mampu memberikan penerangan selama 3 sehari.

“Keadaan ini haru dinikmati Dusun yaitu Dusun Kalate. Sementara Dusun Riamau sudah terpasang namun tidak bisa digunakan, lalu satu dusun lainya tidak pernah menikmati sama sekali,” ujar Nasrun Sekertaris Karang Taruna Desa Riamau, baru – baru ini.

Kata dia, jika musim kemarau listrik bisa dinikmati sampai 4 jam. Tapi pada musim hujan, hanya bisa menerangi 3 jam setiap hari. Pukul 18.00 Wita dinyalakan, kemudian pada pukul 21.00 Wita listrik sudah tak bisa dinikmati.

“Kondisi ini hanya dinikmati satu dusun. Sementara dusun lain tidak ada lagi penerangan, masyarakat hanya mengandalkan lampu tradisional,” ungkapnya.

Sambung Nasrun, masyarakat setempat baik melalui pemerintah desa maupun kelompok sudah lama mengajukan permohonan listrik kepada Pemerintah Kabupaten Bima, agar listrik PLN masuk di desa tersebut. Tapi sampai ini belum ada realisasinya.

“Padahal sebenaranya kalau listrik PLN diambil di Kecamatan Sape jarak tempuhnya kurang lebih 5 kilometer, tentunya biaya juga tidak besar,” katanya.

Dia berharap keadaan ini bisa ada jalan keluar. Supaya warga Desa Riamau benar – benar bisa menikmati listrik dan berdampak pada pengembangan ekonomi masyarakat setempat.

*Kahaba-08

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *