Langganan Banjir, Warga Minta Pemdes Tumpu Tidak Tutup Mata

Kabupaten Bima, Kahaba.- Warga RT 08 RW 01 Desa Tumpu Kecamatan Bolo kerap jadi langganan banjir. Luapan air sungai lingkungan setempat acapkali merendam pemukiman warga. Tak banyak pula yang bisa dilakukan warga.

Banjir meluap di Desa Tumpu. Foto: Yadien

Warga setempat Ardiansyah mengatakan, hampir setiap kali hujan datang banjir merendam daerah tersebut. Pasalnya, sungai disekitar daerah itu sangat dangkal.

“Pokoknya kalau hujan pasti banjir di sini,” ujarnya, (14/2).

Kata dia, banjir setinggi lutut orang dewasa itu merendam puluhan rumah warga di sekitar bantaran sungai. Kondisi tersebut pun kerap membuat mereka panik.

Kesusahan warga setempat pun sambungnya, tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah, terutama pemerintah desa. Padahal sudah seringkali dilaporkan.

“Baik pemerintah desa sampai pemerintah kabupaten tidak ada yang peduli. Melihat kondisi yang sudah sering terjadi seperti ini, pemerintah jangan tutup mata,” sorotnya.

Ardiansyah mengungkapkan, meski tidak ada korban jiwa akibat banjir yang selalu menggenangi pemukiman warga. Penyakit malaria selalu menjadi momok yang menakutkan.

Ia pun berharap, pemerintah peduli dan segera mengambil tindakan melihat keadaan warganya. Terutama Pemerintah Desa Tumpu, membuka mata dan melihat kondisi warga.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Tumpu Arifin Yasin membenarkan jika di wilayah RT 08 Desa Tumpu selalu menjadi langganan banjir. Sebab, sungai itu dangkal dan sempit.

Untuk itu, pihaknya telah memprogramkan untuk dibuatkan talud di sungai tersebut dengan menggunakan anggaran dana desa tahun 2018.

“Kami sudah programkan, akan dibuatkan talud,” ucapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *