Lomba Lintas Alam STIE Bima, 62 Tim Unjuk Kemampuan

Kota Bima, Kahaba.- Mahasiswa Pencinta Alam Mahapeta STIE Bima keempat kalinya menggelar lomba lintas alam untuk civitas akademika kampus setempat. Kali ini, peserta lebih banyak dari sebelumnya. Karena melibatkan seluruh mahasiswa, dosen dan pegawai STIE Bima.

Ketua STIE Bima Firdaus saat melepas peserta lomba lintas alam. Foto: Dok STIE Bima

Lomba lintas alam dilepas secara resmi oleh Ketua STIE Bima Firdaus di kampus, Minggu pagi (18/2). Peserta kemudian harus menyusuri jalur terjal dan berliku, yang sudah ditetapkan oleh panitia pelaksana. Lomba yang dirangkaikan dengan penghijauan di gunung Jatiwangi itu berakhir di Pantai Ule.

Ketua STIE Bima Firdaus saat melepas peserta lomba mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Dies Natalis STIE Bima yang ke-16. Lomba tersebut juga bukan kali pertama digelar oleh Mahapeta, tetapi sudah berkali-kali.

Firdaus menjelaskan, lomba lintas alam memiliki banyak manfaat, terutama soal fisik. Sebab, lintas alam harus melalui medan yang tidak mudah. Sebagian besar jalur yang dilalui bukan jalur mendatar, tetapi turunan dan tanjakan.

“Jalur lintas alam yang ditetapkan panitia memang harus melewati bukit dan gunung,” ujarnya.

Selain soal fisik sambungnya, lintas alam juga mengajarkan bagaimana melatih bertahan hidup, mental dan emosi. Sebab, dalam proses perjalanannya akan diterapkan beragam dinamika. Untuk itu, kepemimpinan tim dan kekompakan kerja juga sangat diperlukan.

“Selain itu yang terpenting itu mental dan rasa percaya diri kita akan diuji disepanjang perjalanan,” terangnya.

Untuk itu, dirinya berharap kepada peserta yang mengikuti lomba lintas alam. Agar tetap menjaga kekompakan. Harus mampu bertahap hidup selama perjalanan. Agar bisa selamat tiba di akhir lintasan.

Peserta lomba lintas alam STIE Bima. Foto: Dok STIE Bima

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Ketua Mahapeta STIE Bima Farhan Fadila mengaku, jumlah peserta yang ikut sebanyak 62 tim. Seluruh mahasiswa, dosen dan pegawai STIE Bima turut ambil bagian.

Sementara untuk jalur lintasan sebut Farhan, star dari kampus kemudian berjalan melalui jalan Wolter Mongonsidi. Kemudian berlanjut ke jalan Sultan Hasanuddin, Lingkungan Salama, tembus Lingkungan Tato. Lalu masuk ke gunung Gindi dan tembus Tambana. Naik gunung Tolotongga, tembus Kedo, keluar di Bima Tirta dan Finis di Pantai Ule.

“Dibeberapa tempat peserta juga harus memungut sampah dan melakukan penghijauan,” katanya.

Saat proses lintasan ungkap dia, ada berapa peserta terutama yang wanita tidak bisa melanjutkan perjalanan karena letih. Pihaknya pun menyediakan tim yang bisa melakukan evakuasi untuk diantar ke garis finis.

“Kegiatan ini juga kami siapkan hadiah jutaan rupiah dan doorprize,” sebutnya.

Di tempat yang sama, Humas STIE Bima Kamaluddin menambahkan, acara yang sama dalam waktu dekat akan kembali digelar. Rencananya, panitia akan membuka pendaftaran untuk umum. Tidak saja melibatkan internal kampus.

“Rencanya bulan April 2018, STIE Bima akan menggelar lomba lintas alam se-Pulau Sumbawa,” tambahnya.

Pantauan media ini, diakhir lintasan peserta harus melapor dan menyampaikan yel – yel tim. Kemudian disajikan musik, untuk bisa bergembira ria melepas lelah. Nampak suasana keakraban dan kekeluargaan terbangun dari kegiatan tersebut.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *