Tokoh Muda Mande Angkat Bicara Soal STKIP

Kota Bima, Kahaba.- Tokoh pemuda Mande melalui organisasi kepemudaan Karang Taruna sangat menyesalkan kekerasan beruntun yang terjadi di kampus STKIP Bima. Menindaklanjuti hal tersebut, dalam waktu dekat akan diadakan rapat koordinasi seluruh elemen masyarakat untuk bersikap. Apalagi kejadian kebakaran Senin (8/10/2012) dini hari, menurutnya diduga buntut dari aksi perkelahian antara mahasiswa sebelumnya.

Kebakaran STKIP Bima disesalkan oleh tokoh pemuda di Kelurahan Mande. Foto: Arief

Ketua Karang Taruna Kelurahan Mande, Amirudin kepada Kahaba di kediamannya mengaku aksi berutal perkelahian mahasiswa STKIP dan kebakaran yang terjadi pagi tadi sudah sangat meresahkan warga. “Kami akan menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah tokoh muda dan masyarakat guna mengambil langkah-langkah untuk meminimalisir kejadian yang sama terulang kembali,” ujarnya, Senin, 8 Oktober 2012 petang tadi.

Apalagi menurut Amir, perkelahian hingga kejadian kebakaran pasti ada kaitannya satu sama lain dan bila ini terus dibiarkan akan muncul kemarahan warga karena sudah sangat resah dengan aksi-aksi oknum mahasiswa yang tidak mencerminkan kaum intelektual tersebut. Apalagi menurutnya, kekerasan belakangan ini terjadi begitu massif dan berpotensi membahayakan keselamatan warga masyarakat yang berada di sekitar kampus.

Menindaklanjuti hal tersebut, dirinya mengusulkan adanya penekanan khusus dari Kampus STKIP agar mensterilkan dari senjata tajam yang dibawa oknum mahasiswa, khususnya mahasiswa yang aktif di organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Bila hal tersebut tidak diindahkan oleh kampus, tidak menutup kemungkinan akan diadakan razia gabungan warga bersama pemerintah terhadap kampus setempat untuk meminimalisir munculnya kekerasan menggunakan senjata tajam antar mahasiswa. Selain menggelar razia, pihaknya  juga akan kembali memaksimalkan penjagaan malam oleh masyarakat di sekitar pusat aktivitas mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa STKIP adalah calon pendidik generasi bangsa, apabila oknum mahasiswanya memiliki perilaku yang tidak mencerminkan nilai pendidikan yang baik, maka mereka tidak layak menjadi teladan di tengah masyarakat. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *