3 Paslon Walikota dan Wakil Walikota Bima Deklarasi Pilkada Damai

Kota Bima, Kahaba.- Sebagai komitmen menyukseskan agenda Pilkada, 3 Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Bima menandatangani kesepakatan sekaligus deklarasi Pilkada damai.  Kegiatan yang digelar KPU Kota Bima itu berlangsung di Lapangan Serasuba Kota Bima, Minggu (18/2) pukul 13.21 Wita.

3 Paslon Walikota dan Wakil Walikota Bima saat membacakan naskah Pilkada Damai. Foto: Bin

3 paslon yang menjadi kontestan Pilkada Kota Bima masing-masing, H Arahman-Hj Ferra Amalia (Manufer) nomor urut 1, H Muhammad Lutfi-Feri Sofiyan (Lutfi-Feri) nomor urut 2 dan Subhan M Noer-Wahyudin (SW Mataho) nomor urut 3 hadir dalam deklarasi ini.

Ketua KPU Kota Bima Bukhari mengatakan, tujuan kegiatan ini sebagai ikrar bersama kontestan untuk mewujudkan proses Pilkada Kota Bima yang damai dan demokratis. Sebab tanggungjawab mewujudkan kondusifitas daerah selama tahapan Pilkada, bukan hanya tanggungjawab penyelenggara pemilihan dan Kepolisian, tetapi juga sangat ditentukan Paslon.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Semua Paslon hadir dan menandatangani deklarasi pilkada damai,” jelas Bukhari.

Bukhari mengapresiasi semangat kebersamaan paslon dan tim. Mereka saling menghargai satu sama lain dan membaur di lokasi kegiatan. Diharapkannya, cerminan positif itu dapat dipertahankan hingga akhir proses Pilkada Kota Bima.

Deklarasi damai juga dihadiri jajaran Polres Bima Kota, Kodim 1608 Bima, Plt Sekda Kota Bima dan tim sukses dan simpatisan semua Paslon. Suara yel – yel diteriakan masing – masing simpatisan.

Pada kesempatan itu, 3 Paslon membacakan poin – poin deklarasi Pilkada damai, kemudian dilanjutkan dengan penandatangan deklarasi Pilkada damai. Kegiatan diakhiri dengan konvoi keliling masing – masing Paslon dan simpatisan.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *