Status RSUD Sondosia Tidak Jelas, GMNI Minta Bupati Tidak Masa Bodoh

Kabupaten Bima, Kahaba.- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bima menggelar demontrasi di jalan lintas Sila-Bima di dekat RSUD Sondosia, Kamis (22/2). Mereka mendesak pemerintah untuk memperjelas status RSUD tersebut.

GMNI Bima aksi di depan RSUD Sondosia. Foto: Yadien

Koordinator Aksi Fikri dalam orasinya menyampaikan, sejak didirikan 7 tahun lalu sampai sekarang, RSUD Sondosia masih belum memiliki status yang jelas. Karena RSUD milik pemerintah itu tidak maksimal diperhatikan. Kondisinya semakin memperihatinkan.

“Rumah sakit umum ini masih belum jelas statusnya hingga sekarang,” ujarnya.

Kata Fikri, kondisi RSUD Sondosia sudah banyak yang banyak rusak, lingkungan disekitar RSUD itu tidak sehat. Sarana dan prasarananya juga yang tidak lengkap.

“Kondisinya seperti ini menjadikan rumah sakit ini belum layak beroperasi,” katanya.

Ia bahkan menduga, ada penyalahgunaan wewenang oleh pihak RSUD Sondosia. Seperti pengelolaan anggaran rumah sakit. Karena kondisinya tidak ada perubahan.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Bupati Bima agar segera memberikan status yang jelas, agar bisa beroperasi dengan lancar sesuai dengan standar-standar medis.

“Ini harus diperjelas statusnya, Bupati jangan masa bodoh,” katanya.

Selain itu, Bupati Bima diminta agar sesekali mengunjungi dan melihat langsung keadaan RSUD Sondosia dan menyerap aspirasi di sana. Karena sejak menjabat Bupati Bima belum pernah hadir di RSUD Sondosia.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *