Kecelakaan Maut di Lampu Merah Gunung Dua Renggut Nyawa Siswi

Kota Bima, Kahaba.- Kecelakaan mobil dan motor merenggut nyawa siswi asal Kelurahan Kolo Fitri Ramdhayani (17), di Lampu Merah Gunung Dua Kota Bima, Senin(27/2) sekitar Pukul 14.00 Wita.

Polisi saat evakuasi mobil akibat kecelakaan di lampu merah gunung dua. Foto: Aba Dhayat (Facebook)

Kasat Lantas Polres Bima Kota AKP Ryan Faisal mengatakan, kecelakaan berawal dari pelanggaran para pengguna jalan. Saat itu, 2 kendaraan tersebut datang dari arah timur. Karena jalan 1 jalur yang dibelah dua, korban yang meninggal harusnya mengambil jalur kiri, jika menempuh jalur lurus saat melewati lampu merah. Begitu juga bagi pengendara mobil, mestinya mengambil jalur kanan jika hendak belok ke arah kanan saat melewati lampu merah.

“Kecelakaan pun tak bisa dihindari, saat pengendara mobil yang berada di jalur kiri hendak belok kanan di lampu merah dan pengendara sepeda motor yang berada dijalur kanan hendak menempuh jalan lurus ke arah barat,” ujarnya.

Padahal kata Kasat, rambu imbauan tersebut sudah dipasang sekitar 100 meter dari sebelah timur lampu merah atau di depan kantor Telkom Bima. Guna memastikan pengguna jalan untuk mengambil jalur yang benar.

“Akibat kecelakaan ini, pengendara motor meninggal dunia. Sedangkan pengendara mobil sudah diamankan di kantor untuk diproses lebih lanjut,” katanya.

Lanjut Kasat, pihaknya sangat berharap pada masyarakat hingga pihak manapun untuk tetap mentaati rambu-rambu lalu lintas. Karena mentaati aturan dan rambu jalan akan menghindarkan pengendara dari kecelakaan.

“Jadikan keselamatan sebagai budaya dan kebutuhan saat mengendarai kendaraan di jalan umum,” imbaunya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Teta seno M.

    Tlg rambu lalulintasnya diperjelas lagi pak polisi. Kadang tak kelihatan. Taman yg jd pembatas jalan dr arah timur kebarat di singkirkan saja. Krna akan menimbulkan kebingungan para pengguna jalan.
    Dan sosialisasi kemasyarakat & media sangat perlu diterapkan setiap waktu untuk menciptakan msyarakat tertib berlalulintas.

  2. Saud Bintang

    Yg salah ini Pemerintah Kota Bima dalam hal ini Dinas Perhubungan yg seharusnya kl jalan 1 jalur jgan dibuat 2 lajur dg pk pembatas jln ketika yg satu arah tp beda posisi akibatnya ya sprti itu, ini bisa digugat seCARA HUKUM PEMKOT Bima, dinas Perhubungan & Dinas Kimpraswil krn tidak ada rambu yg didepan TELKOM yg mengatakan lajur KANAN khusus yg mau belok kanan, yg mau LURUS ke Barat mengambil posisi sebelah kiri pembatas jalan & belok kiri mengambil jalur paling kiri seperti rambu diLAJUR TOL kecepatan tinggi= Kanan, tengah=kecptn sedang & kiri=Lajur lambat…

  3. farid

    ribet bgt. tinggal dirobohin aja pembatas jln nya biar gk pilih kiri atau kanan, tambah rambu ini rambu itu. satu jalur kok pake pembatas malah berbahaya bagi pengendara. selebihnya sy sangat dukung dgn peraturan satu jalur ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *