DPRD Janji Bawa Aspirasi PPNI ke Pemerintah Pusat

Kabupaten Bima, Kahaba.- DPRD Kabupaten Bima melalui Ketua Komisi IV Muhammad Aminurlah berjanji akan membawa semua aspirasi PPNI ke pemerintah pusat. Komisi IV berencana akan bertemu langsung Kemenpan RB dan Kementerian Kesehatan untuk membawa aspirasi tersebut. (Baca. PPNI Minta DPRD Perjuangkan Perawat Honorer Jadi ASN)

Anggota DPRD Kabupaten Bima saat menerima aspirasi PPNI. Foto: Ady

“Tugas kita sebagai jembatan akan menindaklanjuti semua aspirasi ini. Komisi IV akan hadir di Kemenpan RB dan Kementerian Kesehatan dalam waktu dekat,” janjinya.

Kemudian poin aspirasi lainnya yang berkaitan dengan kewenangan pemerintah daerah akan segera dikoordinasikannya dengan pihak eksekutif. Seperti soal anggaran, perda yang dianggap tumpang tindih dengan aturan lebih tinggi, serta penambahan insentif bagi perawat honorer.

“Soal Perda yang bertentangan dengan aturan lebih tinggi, kita akan coba analisa kembali. Kita akan panggil bagian eksekutif untuk memperjelasnya,” kata Politisi PAN yang akrab disapa Maman ini.

Lalu soal sorotan asas keadilan pemerintah terhadap perawat honorer yang minim perhatian, Maman mengakui adakalanya kebijakan pemerintah bertendensi politik dan tidak sesuai dengan aturan main.

Seperti keluhan Perawat yang mengabdi puluhan tahun di Pustu Desa Nggelu Kecamatan Lambu, Maman cukup kaget karena baru mendengarnya. Seandainya keluhan itu disampaikan sejak lama, pihaknya memprioritaskannya. Namun karena sekarang APBD sudah jalan, anggaran akan diperjuangkan di APBD berikutnya.

“Kaitan penambahan anggaran insentif bagi perawat honorer yang memiliki beban tugas besar dan mengabdi di desa terpencil akan kami bicarakan dengan Tim TAPD. Begitu juga jaminan kesehatan yang disampaikan PPNI dan regulasi uji kompetensi,” ujarnya.

Pihaknya berterimakasih kepada PPNI atas informasi luar biasa yang disampaikan ke DPRD Kabupaten Bima. Aspirasi tertulis yang disampaikan akan menjadi bahan bagi DPRD untuk membahas jalan keluarnya bersama eksekutif dan pihak terkait.

“Kita juga akan bawa semua aspirasi ini ke pemerintah pusat. Mudah-mudahan diterima karena tenaga medis dan guru sangat dibutuhkan,” janjinya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *