Tim Labfor Olah TKP Kebakaran di STKIP

Kota Bima, Kahaba.- Proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas kebakaran yang melanda salah satu gedung kampus STKIP Bima mulai dilakukan (9/10/2012) siang ini. Tiga orang Tim Laboratorium Forensik Polda Bali hadir di TKP dan memulai mencari fakta dan faktor penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Tim Labfor Polda Bali, sesaat setelah tiba di TKP kebakaran gedung STKIP Bima. Foto: Bin

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali tiba di STKIP Bima sekitar pukul 13.00. Mereka langsung melakukan pemeriksaan di sekitar TKP . Proses pengolahan lokasi kebakaran itu dimulai dari bagian selatan gedung dan menyisir setiap sudut bekas ruangan kantor, kelas perkuliahan, dan ruang UKM yang terbakar.

Proses pemeriksaan oleh tiga orang Tim Labfor Polda Bali itu dijaga ketat anggota Polres Bima Kota. Untuk memperlancar proses olah TKP, sejumlah juru media yang ingin mengorek informasi dan mengabadikan gambar berkaitan dengan hal ini tidak diperkenankan mendekati lokasi.

Olah TKP kasus terbakarnya kampus STKIP diapresiasi oleh Ma’ruf, Ketua BEM STKIP Bima. Kepada Kahaba, Ma’ruf mengungkapkan harapannya terhadap pengungkapan penyebab kebakaran ini. “Saya sangat berharap pihak aparat dapat menuntaskan kasus ini, kalaupun dari hasil pemeriksaan menunjukkan kebakaran ini atas faktor kesengajaan, saya harap pelakunya segera ditangkap dan diberikan hukuman yang setimpal,” ujarnya, Selasa (9/10/2012) siang ini.

Sementara itu, Ketua STKIP Bima, Drs. Mustamin M.Si, yang dimintai keterangannya berkaitan dengan kedatangan Tim Labfor, enggan memberikan komentar.

Suasana di Kampus STKIP Bima saat pelaksanaan olah TKP dilaporkan dalam kondisi sepi dan hampir tidak ada aktifitas. Perkuliahan diliburkan selama dua hari pasca insiden kebakaran yang terjadi, Senin (8/10/2012) dini hari kemarin. [BK/BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *