Recida Tebar Damai dan Kisah Inspiratif ke Pelajar SMK

Kota Bima, Kahaba.- Sederet kasus yang menimpa kalangan remaja belakangan ini menghiasi pemberitaan media massa di Bima. Kondisi ini memantik keprihatinan Remaja Cinta Damai (Recida) untuk masuk ke lembaga sekolah berbagi kisah inspiratif dan menggerakan potensi pelajar sehingga menjadi pelopor kedamaian.

Recida saat sosialisasi di SMKN 3 Kota Bima. Foto: Recida

Untuk tahap awal, gerakan Recida yang merupakan bagian dari kerja sama Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) dan Nusatenggara Centre (NC) yang diwakili oleh Rangga Babuju masuk di SMKN 3 Kota Bima pada Jum’at (9/3). Hadir kedua dilanjutkan di SMKN 2 Kota Bima pada Sabtu (10/3) pagi.

Rangga Babuju menjelaskan, pada Jumat pagi kemarin, sosialisasi Recida dibingkai dengan semangat entrepreneur. Sebanyak 110 pelajar menjadi peserta dalam pertemuan di Aula di SMKN 3 Kota Bima itu. Antusias para pelajar nampak luar biasa dan berharap adanya kegiatan yang sama minimal sekali sebulan dengan tema-tema inspiratif.

Kemudian, Sabtu pagi tadi pertemuan di SMKN 2 Kota Bima didampingi langsung Kepala Sekolah setempat. Tema kegiatan ini mengambil kisah inspiratif saling menguatkan untuk saling melengkapi agar dapat sukses bersama-bersama dengan tema “Penguatan Paradigma Kehidupan Damai Berkebangsaan”.

Sosialisasi pentingnya cinta damai di SMKN 2 Kota Bima kata dia, memberi motivasi bagi para pelajar untuk menjaga kebersamaan. Kisah dan cerita tentang orang-orang sukses yang tak pernah diduga oleh banyak pihak sebelumnya dan kerap diremehkan serta dicemooh oleh keluarganya sendiri, membuat para pelajar tidak ingin selesai mendengarkan kisah-kisah inspiratif yang disuguhkan.

Ada harapan, bahwa hal-hal seperti ini tidak hanya sekedar seremonial belaka atau hanya untuk memenuhi program kegiatan yang direncanakan. Namun diupayakan untuk terus berkelanjutan ditengah kegamangan remaja Kota dan Kabupaten Bima. Terutama dalam melihat peluang masa depan akibat begitu cepatnya paradigma kehidupan dunia berubah melalui inovasi-inovasi yang semakin canggih.

“Akhirnya, yang tak mampu menghadapi perubahan jaman kedepan, akan memilih hidup dipinggir kota atau kaki gunung dan atau memilih untuk masuk penjara akibat tuntutan hidup yg tak pernah habis. Atau Depresi yang mendorong jiwa untuk melukai diri dan atau mengakhiri hidup,” terang Ketua Komunitas Babuju ini.

Rangga menambahkan, gerakan berbuat baik dalam bingkai damai harus terus digelorakan. Begitu pula toleransi antar umat beragama, sikap saling menghargai dan saling menghormati harus terus dipupuk.

“Remaja Cinta Damai (Recida) Kota Bima bergerak cepat untuk terjun ke para remaja lainnya melalui lembaga2 pendidikan. Hal ini dilakukan saat peristiwa-peristiwa miris terjadi di sekitar kita dalam beberapa hari terakhir,” ujarnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *