Reses Di Bonto, Warga Minta Dewan Tidak Hanya Perhatikan Hal Besar

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Dapil I Kecamatan Asakota menggelar reses di Lingkungan Bonto Kelurahan Kolo, Senin (12/3). Ratusan warga setempat menghadiri kegiatan serap aspirasi yang digelar wakil rakyat setiap tahun.

DPRD Kota Bima Dapil I saat reses di Bonto. Foto: Bin

Pada reses kali ini, salah seorang tampil di depan mengeritik anggota dewan yang hanya memperhatikan kebutuhan besar. Sementara persoalan kecil yang berdampak besar tidak pernah digubris.

Seperti soal deker dan jalan rusak di lingkungan setempat. Padahal sudah 2 kali disampaikan saat reses, namun tidak pernah direalisasikan.

“Pak dewan jangan hanya memperhatikan hal besar, sementara soal kecil berdampak besar tidak pernah diperhatikan,” kritik M Tayeb, warga setempat.

Menurut dia, deker dan jalan di lingkungan tersebut merupakan fasilitas umum. Sering dilewati oleh warga Kota Bima yang hendak ke Kolo. Bahkan 2 orang anggota dewan dari Kelurahan Kolo juga sering melewati jalur tersebut.

“Di tempat ini sering terjadi kecelakaan. Yang saya minta ini untuk kepentingan umum pak dewan. Jadi mohon permintaan saya kali ini direalisasikan,” pintanya.

Selain Tayeb, sejumlah warga yang lain juga meminta kepada wakil rakyat untuk memperhatikan fasilitas Pustu. Kendati sudah ada petugas yang ditempatkan, namun belum ada fasilitas yang memadai.

Warga Bonto saat menyampaikan aspirasi di reses anggota DPRD Kota Bima. Foto: Bin

“Kemarin saja saat saya bawa istri ke RSUD Bima, saya diminta surat rujukan dari Pustu. Sementara di Pustu tidak ada surat rujukan,” ungkap warga lain.

Tidak hanya itu, warga yang sama juga meminta agar memperhatikan kuburan di Bonto. Mereka meminta agar anggota dewan membelikan pipa agar bisa dialiri air untuk kebutuhan warga yang berziarah di kubur.

Anggota DPRD Kota Bima M Nor menyampaikan terimakasih atas kritik yang disampaikan Tayeb dan dirinya berjanji dengan sesama anggota dewan Dapil I Kecamatan Asakota untuk memperjuangkan aspirasi tersebut.

“Insya Allah akan kami perjuangkan bagaimana bisa dikerjakan tahun ini,” janjinya.

Untuk aspirasi lain sambung duta Partai Amanat Nasional itu, juga akan diupayakan agar secepatnya bisa terealisasi. Sebab, aspirasi yang pernah ditampung di Bonto, juga sebagian besar juga sudah terealisasi.

Kata Nor, pihaknya sudah 3 kali turun reses di Bonto. Hasilnya, sudah ada beberapa proyek yang masuk hasil reses. Seperti Rabat gang, talud, peningkatan jalan, lanjutan jalan pemukiman, dan peningkatan jalan Temba Kolo.

“Anggaran miliar yang masuk di Bonto. Peningkatan Jalan Temba Kolo saja tahun ini dikerjakan dengan anggaran Rp 6 miliar,” sebutnya.

Dia menambahkan, dari banyak aspirasinya yang diterima. Banyak juga yang belum terealisasi, karena harus disesuaikan dengan kebutuhan anggaran. Kendati demikian, kehadiran warga saat reses diapresiasi, karena memang warga harus berpartisipasi untuk pembangunan di Kota Bima.

“Warga merupakan unsur pembangunan, makanya dalam pembangunan harus berperan aktif,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *