Ungkap Bandar Tramadol, Dinas PPPA Apresiasi Kinerja Polisi

Kota Bima, Kahaba.- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bima M Nur Amajid mengapresiasi kinerja jajaran Polres Bima Kota karena mampu mengungkap bandar tramadol dengan barang bukti 44.500 butir pil tramadol. Pengungkapan ini merupakan terbesar di Kota Bima beberapa tahun terakhir.

Kepala Dinas PPPA Kota Bima M Nur Amajid. Foto: Ady

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Kepolisian. Penungkapan tersebut telah menyelamatkan banyak banyak remaja dan generasi muda Kota dan Kabupaten Bima dari ketergantungan obat berbahaya itu,” kata Amajid di ruang kerjanya, Senin (12/3).

Menurutnya, selama ini peredaran obat tramadol telah meresahkan masyarakat. Tak hanya remaja, ia menduga kemungkinan anak-anak juga menjadi target penjualan tramadol. Kalau kondisi ini dibiarkan, akan banyak generasi muda kehilangan masa depan.

“Kami sangat mendukung langkah Kepolisian untuk mengungkap dan memangkas peredaran tramadol dan narkoba. Sehingga anak-anak kita bisa tumbuh dengan baik dan menjadi harapan bangsa,” ujar dia.

Di lain pihak, Mantan Kepala Badan Kebangpol Kota Bima ini merasa prihatin dan menyesalkan keterlibatan perempuan sebagai bandar bisnis haram tersebut. Hal ini menjadi catatan bersama, termasuk pihaknya untuk mengintensifkan lagi penyuluhan dan sosialisasi ke masyarakat sebagai bentuk pencegahan.

“Peranan kami di Dinas PPPA hanya masuk pada upaya antisipasi dan pencegahan melalui penyuluhan maupun sosialisasi bahaya narkoba dan tramadol,” terangnya.

Masyarakat dan para orangtua kata dia, harus terus diberikan pencerahan terkait bahaya tramadol dan narkoba. Peranan dua komponen ini sangat penting sebagai benteng untuk melindungi anak dari pengaruh negatif lingkungan.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami bisa kembali menggelar kegiatan sosialisasi di masyarakat dengan menggandeng pihak-pihak terkait,” tandasnya.

*Kahaba-03    

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *