Belum Setahun Dibangun, Jembatan Gantung di Rontu Rusak, Dewan Warning Dinas PU

Kota Bima, Kahaba.- Proyek jembatan gantung yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bima di Kelurahan Rontu disoroti masyarakat. Karena belum genap setahun kondisi jembatan gantung sebagai jalan alternatif sudah rusak dan tidak berani dimanfaatkan lagi oleh warga.

DPRD Kota Bima Dapil III saat reses di Kelurahan Rontu. Foto: Ady

Sorotan ini disampaikan Muhammadin salah seorang warga Rontu saat agenda reses DPRD Kota Bima Daerah Pemilihan (Dapil) II, Selasa (13/3) sore di Halaman Kantor Kelurahan Rontu. Muhammadin mengaku, kerusakan jembatan gantung sudah sering disampaikan warga pada forum Musrenbang dan reses DPRD sebelumnya.

“Melihat kondisi jembatan gantung saat ini sangat memprihatinkan. Padahal belum sampai setahun dibangun. Tetapi pondasi jembatan sudah retak, dan miring. Papan sambungnya juga sudah tidak karuan,” terangnya di hadapan Anggota Dewan.

Ironisnya kata dia, pembangunan jembatan gantung itu menghabiskan anggaran Rp 490 juta dan lahannya juga ikut terpakai. Sementara manfaat jembatan tidak begitu dirasakan masyarakat Rontu.

“Kalau Anggota Dewan tidak percaya bisa turun bersama kami untuk melihat langsung kondisi jembatan saat ini,” tantangnya.

Merespon keluhan masyarakat ini, H Armansyah Duta PKS sebagai moderator langsung memperkenankan Sekretaris Dinas PUPR Kota Bima Didit Fariansyah yang sengaja diundang hadir.

Menurut Didit Fariansyah, pembangunan jembatan gantung ditangani Bidang Cipta Karya Dinas PUPR. Proyek itu sudah diserahterimakan pekerjaannya dan saat ini masih dalam masa pemeliharaan pihak ketiga.

“Ini oleh-oleh buat kami bawa pulang. Akan kami suruh cek kembali kondisi jembatan gantung itu,” janjinya.

Memang kata dia, pembangunan apapun prinsipnya bukan saja bermanfaat bagi masyarakat tetapi juga harus bertahan lama. Uang rakyat harus bisa dibelanjakan dengan baik dan masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang baik.

Sementara itu, Wakil rakyat asal Rontu Samsurih memberikan warning keras kepada Dinas PUPR mendengar keluhan konstituennya. Ia meminta kepada Sekretaris Dinas PUPR segera menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan bersurat secara resmi kepada pihak ketiga agar segera turun mengecek kondisi jembatan.

“Bila tidak segera ditindaklanjuti dalam waktu dekat maka langkah politik dan hukum akan diambil Komisi 3,” tegas Calon Ketua DPRD Kota Bima dari PAN pengganti Feri Sofiyan ini.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *