Di Melayu, Dewan Diminta Upayakan Dana Modal Usaha

Kota Bima, Kahaba.- Modal usaha atau dana bergulir menjadi aspirasi yang sering disampaikan oleh warga, jika anggota DPRD Kota Bima turun melaksanakan reses. Seperti yang disampaikan oleh warga Kelurahan Melayu, Selasa kemarin. Warga setempat begitu kencang menyoal tidak lagi adanya bantuan modal usaha untuk masyarakat.

Anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota saat foto bersama dengan warga Kelurahan Melayu. Foto: Istimewa

Hasnah, warga Melayu saat menyampaikan aspirasi berharap agar para wakilnya yang duduk di legislatif bisa kembali memperjuangkan adanya modal usaha untuk masyarakat. Karena, modal tersebut dinilai sangat membantu masyarakat.

“Dana bergulir atau bantuan modal usaha sangat membantu pengusaha kecil di Melayu agar tidak terlilit utang,” inginnya.

Diakui pensiunan guru itu, dirinya sering mendapat cerita dan laporan dari warga yang memiliki usaha seperti bakulan, yang setiap hari selalu berurusan dengan tukang kredit. Warga pun tak bisa berbuat banyak.

Selain itu, dirinya mengungkapkan di Melayu banyak warga baik secara kelompok maupun individu yang membuat jajan kering maupun jajan basah. Kelompok usaha tersebut sangat membutuhkan bantuan modal. Untuk membantu usaha agar bisa berkembang dengan lebih baik.

“Intinya pak dewan, ibu – ibu di Melayu berharap agar modal usaha bisa ada kembali dan membantu masyarakat,” pintanya.

Selain itu tambah wanita yang juga Ketua Majelis Ta’alim Kelurahan Melayu berharap dewan juga bisa menyentuh majelisnya dengan bantuan. Agar keberadaannya bisa berjalan dengan baik untuk urusan keagamaan kaum ibu-ibu di Melayu.

Warga lain, Edy meminta agar warga yang tinggal di bantaran sungai jika nanti digusur, baik yang punya sertifikat atau tidak, harus diberlakukan sama. Termasuk soal ganti rugi.

“Jangan sampai nanti ada pilih kasih, terutama yang memiliki sertifikat atau tidak. Semua kami harap bisa diperlakukan sama dan adil,” harapnya.

Menanggapi aspirasi itu, Anggota DPRD Kota Bima M Nor berjanji akan menyampaikan ke pemerintah eksekutif soal bantuan modal tersebut. Karena diakuinya, sudah beberapa tahun terakhir ini pemerintah tidak lagi mengucurkan bantuan tersebut. Disebabkan tidak adanya pengembalian yang baik dari masyarakat.

“Jika saja upaya kami gagal pada pemerintahan hari ini. Semoga saja pada Walikota dan Wakil Walikota Bima yang baru terpilih di tahun ini bisa mewujudkannya,” kata Nor.

Karena sambung Nor, bantuan itu juga memiliki banyak manfaat untuk masyarakat. Hanya saja, masyarakat juga bisa menggunakannya dengan baik dan rutin mengembalikan. Karena dana itu harus terus bergulir dan diberikan kepada masyarakat lain yang juga membutuhkan.

Soal aspirasi yang disampaikan Edy, Nor juga akan melaporkan kepada Komisi terkait yang membidangi soal infratruktur. Kemudian mendorong agar perhatian yang sama diberlakukan jika nanti warga di sempadan sungai hendak digusur.

“Insya Allah aspirasi ini akan kami perjuangkan,” janjinya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *