Dewan Dorong Gersi Kawal Dugaan Kasus Honorer K2

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Dedy Mawardi mendorong agar Gerakan Transparansi (Gersi) mengawal dugaan kasus tenaga honorer K2 yang pernah diungkap saat aksi demonstrasi menolak pencalonan Muhtar Landa menjadi Sekda Kota Bima. (Baca. Tolak Muhtar Landa Jadi Calon Sekda, Gersi Ungkap Kasus K2)

Anggota DPRD Kota Bima Dedy Mawardi. Foto: Bin

Menurut dia, proses seleksi calon sekda sudah berjalan. Muhtar Landa telah melalui tahapan dan proses seleksi calon sekda, dan telah dinyatakan lolos oleh tim pansel sekda.

“Ini artinya yang bersangkutan telah memenuhi syarat menjadi Sekda Kota Bima,” ujarnya, Selasa (20/3).

Meskipun belum diumumkan siapa nama Sekda yang terpilih, dari tiga nama yang diajukan. Dirinya tetap mengapresiasi aksi damai yang dilakukan Gersi, sebagai wujud kepedulian terhadap daerah.

“Aksi yang dilakukan Gersi itu sah-sah saja, karena menduga ada cacat secara administrastif yang pernah dilakukan Muhtar Landa ketika menjabat sebagai kepala BKD. Jadi menurut mereka belum pantas menjadi salah satu kandidat kuat sekda,” tuturnya.

Duta partai Hanura itu menjelaskan, dengan adanya aksi penolakan oleh Gersi tersebut dan telah melaporkan kasusnya ke pihak Polres Bima Kota dan Polda NTB. Maka sebagai wakil rakyat juga meminta pihak penegakan hukum untuk dapat bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Agar masyarakat bisa tahu yang sebenarnya, siapa aktor perekrutan honorer K2 yang bermasalah.

“Siapapun calon sekda yang terpilih, tentu itu yang terbaik menurut Walikota Bima. Namun juga tetap mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut masalah perekruran honorer K2,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong Gersi agar dapat mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Apalagi 3 nama oknum ASN, seperti Supir Walikota Bima, staf humas dan protokoler dan adik mantan Sekda telah diungkap saat aksi. Menjadi informasi awal yang harus dikejar oleh aparat kepolisian.

“Kami dorong Gersi kawal kasus ini sampai tuntas, agar masyarakat bisa tahu yang sebenarnya. Sebab bila ini terungkap, maka dapat menyeret pejabat tinggi di Kota Bima,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *