PMII Minta Bupati Tindak Tegas Masalah Jenazah Bayi Dipulangkan Pakai Motor

Kabupaten Bima, Kahaba.- Menyikapi adanya kasus jenazah yang dibawa pulang menggunakan motor lantaran tidak mampu menyewa ambulance di RSUD Bima, Rabu (14/3) lalu. Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Tarbiyah STIT Sunan Giri Bima menilai tindakan rumah sakit tersebut telah melukai nilai-nilai kemanusiaan.

RSUD Bima. Foto: Bin

“Itu mayat, kok tega sekali diperlakukan seperti itu,” ujar Hardy Haryanto, Selasa (20/3).

Kata Hardy, meski dengan alasan aturan, RSUD Bima harusnya juga mempertimbangkan nilai kemanusiaan. Apalagi kondisi orang tua bayi yang meninggal tersebut benar-benar miskin dan cacat.

“Ibunya lumpuh. Masa tidak juga iba melihat keadaan tersebut,” ungkapnya.

Apalagi pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin telah diatur dalam undang-undang kesehatan tentang hak dan kewajiban rumah sakit pasal 29. Salah satu kewajibannya dalam poin (f). Pasal tersebut adalah mengratiskan ambulance dan memprioritaskan kebutuhan pasien.

Pihaknya pun mengecam prilaku oknum pegawai RSUD Bima yang meminta agar orang tua bayi kembali keesokan harinya untuk menebus jaminan, tanpa memberikan kesempatan untuk menguburkan dulu anaknya.

“Kalau yang diberitakan itu benar. Maka oknum tersebut sangat tidak punya nurani kemanusiaan,” kecamnya.

Untuk itu, Hardy meminta kepada Bupati Bima agar segera mengambil sikap dan tindakan terkait masalah tersebut. Dan memberikan hukuman setimpal untuk penanggungjawab RSUD Bima dan oknum pegawai tersebut.

“Biar jadi pembelajaran. Jangan selesai hanya karena kata maaf saja,” harapnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *